Soal Tiket Pesawat, Warganet Dukung Budi Karya

Soal Tiket Pesawat, Warganet Dukung Budi Karya
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memantau langsung persiapan arus balik Lebaran 2019, di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Kamis, 6 Juni 2019. ( Foto: Beritasatu Photo )
Yudo Dahono / YUD Rabu, 19 Juni 2019 | 15:56 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Beragam tujuan akun anonim yang ada di jagad dunia maya, baik yang digunakan untuk tujuan baik atau pun jahat. Tapi pada intinya akun anonim ini menyembunyikan diri dengan alasan yang berbeda-beda.

Beberapa hari terakhir ini, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi yang sejak 2017 mampu mengelola mudik dengan lancar, dan semakin lancar dengan selesainya beberapa sarana dan prasarana transportasi, mulai diserang dan diganggu oleh akun anonim.

Akan tetapi ketika akun anonim itu membuat polling, apa mau dikata, silent majority netizen justru lebih memilih Budi Karya tetap menjabat sebagai Menteri Perhubungan.

Seperti yang dilakukan akun anonim @PartaiSocmed di Twitter. Survei yang dilakukan akun dengan followers 173.000 ini menanyakan apa yang harus dilakukan Presiden Joko Widodo untuk menyikapi kegagalan Menhub Budi Karya Sumadi mengatasi mahalnya tiket pesawat?

Hasilnya dari 10.000 warganet yang mengikuti survei tersebut, 64% warganet justru menyatakan Menhub Budi Karya Sumadi layak dipilih kembali untuk periode kedua.

Bisa jadi serangan akun anonim ini yang mencoba membuat opini negatif tidak berbuah, yang terjadi adalah diam-diam warganet lainnya melihat hal positif dari Budi Karya yang menggunakan hati liburnya untuk tetap bekerja.

Sementara pada hari Lebaran kedua, Menhub sudah berkunjung ke Jawa Tengah untuk melihat bagaimana kesiapan arus balik.

Akun anonim biasa dipakai untuk menaikan isu, opini di masyarakat.

Akun @sejutatemanid justru mencurigai bahwa hastag #CopotBudiKarya dibuat untuk mengganti orang tanpa melihat apa permasalahan yang sesungguhnya.

Menurut Anta (nama samaran) seorang anonim pegiat media sosial, mengatakan “Banyak yang pesan sama kita untuk menjatuhkan seseorang, biasanya kita petakan dulu dengan issue apa, yang penting opini bisa terbentuk. Mau sampai gimana, itu tergantung berapa besarnya mereka kasih," kata Anta.

Akun anonim juga menjadi bagian dari perang isu dan opini pada kegiatan politik. Tapi pada akhirnya netizenlah yang memilih dan melihat, netizen sekarang sudah lebih cerdas dalam menerima informasi, sehingga bisa jadi menggunakan jasa akun anonim jika tidak tepat bisa dikatakan percuma.



Sumber: BeritaSatu.com