Helios Mobility Suite Dukung Mobilitas Karyawan

Helios Mobility Suite Dukung Mobilitas Karyawan
Helios meluncurkan Helios Mobility Suite, software untuk menjamin pengelolaan perangkat mobile, keamanan aplikasi dan produktivitas perusahaan, di Jakarta, Jumat (12/7/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Monica Dina Putri )
Monica Dina Putri / FER Jumat, 12 Juli 2019 | 20:32 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Melihat kebutuhan bisnis yang semakin mobile, Helios Informatika Nusantara, penyedia jasa solusi infrastruktur TI dan anak perusahaan CTI Group, meluncurkan Helios Mobility Suite atau HMS, di Discovery Hotel Ancol, Jakarta, Jumat (12/7/2019).

Presiden Direktur Helios Informatika Nusantara, Deddy Sudja, mengatakan, HMS merupakan perangkat lunak atau software yang memungkinkan perangkat serta aplikasi mobile milik perusahaan mudah dikelola, dan digunakan oleh karyawan secara aman dan produktif.

"Saat ini banyak perusahaan yang menyediakan perangkat untuk karyawan seperti handphone atau tablet berserta aplikasi mobile yang lengkap, untuk mempercepat proses kerja. Akan tetapi, hal ini menimbulkan kekhawatiran baru,” kata Deddy Sudja.

Deddy mengatakan, tujuan utama dari HMS adalah mengelola mobile device serta aplikasi, menjamin keamanan data, dan memastikan produktivitas karyawan melalui mobile device. HMS sendiri telah kompatibel untuk platform Android mulai dari sistem operasi versi Android 5.0 Lollipop dan yang di atasnya.

"HMS juga dilengkapi berbagai fitur, seperti GPS Tracking yang dapat melacak keberadaan karyawan di lapangan dan fitur end point management untuk memantau kondisi perangkat dapat digunakan atau tidak melalui realtime device information,” kata Deddy.

Product Development Head Helios Mobility Suite, Suandy menambahkan, selain mempermudah perusahaan untuk mengelola karyawannya, lanjut Deddy, HMS dapat memastikan produktivitas dan meminimalisir kemungkinan terjadinya kecurangan melalui fitur location dan history tracking.

“Supervisor atau manager dapat dengan mudah memantau di dashboard HMS. Sehingga dapat memastikan karyawan pergi ke tempat-tempat yang ditugaskan dan dapat dilihat history-nya sepanjang 30 hari ke belakang,” kata Suandy.



Sumber: BeritaSatu.com