Bikin Wajah Jadi Tua, FaceApp Dituding Ancam Keamanan AS

Bikin Wajah Jadi Tua, FaceApp Dituding Ancam Keamanan AS
Wajah Duchess of Sussex Meghan (atas kiri) dan Pangeran Harry dari kerajaan Inggris (bawah kanan) tampil dalam foto rekayasa FaceApp. ( Foto: Getty Images / FaceApp )
Unggul Wirawan / WIR Minggu, 21 Juli 2019 | 12:17 WIB

New York, Beritasatu.com- Aplikasi FaceApp buatan Rusia kini menjadi tren dan berada yang berada di puncak grafik aplikasi populer. Aplikasi ini memungkinkan pengguna melihat foto diri dalam versi umur yang lebih tua. Namun senator Amerika Serikat (AS) mendesak FBI melakukan penyelidikan atas "risiko keamanan dan privasi nasional".

Seperti dilaporkan AFP, Kamis (18/7), FaceApp menjadi favorit para selebriti. Aplikasi menyebarkan kecerdasan buatan untuk memodifikasi foto pengguna, menambahkan kerutan atau mengurangi tahun dari wajah mereka.

Pada Rabu, Pemimpin Minoritas Senat AS Chuck Schumer membunyikan alarm bahaya atas pengembang Rusia FaceApp. Dia menyerukan FBI dan Komisi Perdagangan Federal untuk "melihat risiko keamanan & privasi nasional" yang terhubung ke aplikasi.

"Lokasi FaceApp di Rusia menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana dan kapan perusahaan memberikan akses ke data warga AS kepada pihak ketiga, termasuk pemerintah yang berpotensi asing," kata senator New York itu dalam sepucuk surat kepada FBI.

Saat ini, aplikasi gratis yang paling banyak diunduh di Google Play dengan lebih dari 100 juta pengguna, FaceApp diluncurkan dua tahun lalu. Aplikasi ini menjadi viral setelah alat pengeditan terbarunya, satu filter penuaan, memicu banjir swafoto para selebriti.

"Akan sangat meresahkan jika informasi pribadi sensitif warga AS diberikan kepada kekuatan asing yang bermusuhan aktif terlibat dalam permusuhan siber terhadap Amerika Serikat," tambah Schumer.

Pengembang FaceApp, Wireless Lab, berbasis di pusat teknologi tinggi Skolkovo di dekat Moskwa, sering disebut Lembah Silikon Rusia menjadi satu fakta yang telah menimbulkan kekhawatiran di dalam Partai Demokrat AS.



Sumber: Suara Pembaruan