Aplikasi LoGan Solusi Atas Masalah Logistik

Aplikasi LoGan Solusi Atas Masalah Logistik
Penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) antara PT Logan Ahwaya Nusantara dengan PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk. Nota kesepahaman itu ditandatangani oleh CEO dan Co-founder PT Logan Ahwaya Nusantara, Boedi Utomo dan Direktur PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk, Johannes Setiadharma, di Jakarta, Minggu (28/7/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Feriawan Hidayat )
Feriawan Hidayat / FER Minggu, 28 Juli 2019 | 19:03 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Logan Ahwaya Nusantara (LAN) menghadirkan aplikasi LoGan, sebagai solusi atas masalah peredaran logistik dan pergudangan di tanah air.

"Nama LoGan sendiri berasal dari kata logistik dan pergudangan. Sedangkan Ahwaya bermakna hubungan. Jadi, perusahaan kami sebagai perusahaan logistik dan pergudangan yang menghubungkan wilayah nusantara,” kata Boedi Utomo, CEO dan co-founder PT Logan Ahwaya Nusantara, di acara peluncuran aplikasi LoGan kepada pelaku transportasi logistik dan pemilik kargo di Jakarta, Minggu (28/7/2019).

Boedi mengatakan, sebagai aplikasi digital logistik, LoGan membidik pasar B2B (Business-to-Business). Aplikasi ini menjadi platform yang menghubungkan cargo owner (pengirim barang) dengan transportir (pemilik armada pengangkutan barang) secara online dan real time. Dalam hal ini, LoGan menghadirkan teknologi otomatisasi mulai dari order planning hingga pengelolaan transportir secara efisien.

"LoGan menjadi meet-up point antara pemilik kargo dan transportir, khususnya untuk fluktuasi kebutuhan pengiriman barang dan ketersediaan transportir," jelas Boedi.

Dengan LoGan, kata Boedi, proses pengiriman barang menjadi lebih mudah, lebih cepat, dan lebih efisien. GPS tracking system yang terhubung dengan GPS equipment di setiap truk dan ponsel pengemudi mempermudah pengirim barang untuk melacak proses pengiriman. Dengan demikian, pengirim barang bisa tahu kapan proses loading, kapan proses delivery, dan kapan proses unloading.

Selain GPS tracking system, LoGan masih punya banyak keunggulan. Salah satunya adalah Emergency Button yang merupakan fitur keamanan. Fitur ini bisa digunakan pengemudi jika terjadi kecelakaan atau masalah dalam proses pengiriman barang. Dengan fitur itu, para pengemudi bisa terkoneksi dengan instansi terkait.

"Selain itu, kami juga sudah dalam tahap finalisasi dengan pihak institusi keuangan dalam memberikan dukungan pembiayaan untuk pemilik kargo dan transportir. Sesuai observasi internal kami, fitur ini memiliki respons yang positif,” ungkap Boedi.

Dengan fokus pada pasar B2B, tambah Boedi, LoGan menghadirkan sebuah ekosistem untuk mendukung kebutuhan operasional, pengelolaan, dan pemeliharaan armada tranportir. Ekosistem itu meliputi bengkel, SPBU, penyedia spare part, dan lain-lain. Semua perusahaan yang terdaftar dalam ekosistem ini, telah melewati proses verifikasi.

"Kami akan memperluas ekosistem dengan mengembangkan jaringan di bidang otomotif mulai dari workshops, parts shops, ban, accu dan oli untuk menjawab kebutuhan transportir dalam kegiatan operasional, perawatan, dan perbaikan armada. Diharapkan pada akhir 2019 akan terdapat ratusan titik outlet rekanan LoGan di seluruh pulau Jawa,” ungkap Boedi.

Boedi menambahkan, saat ini LoGan sedang menjalin kerja sama dengan beberapa perusahaan FMCG (Fast-Moving Consumer Goods) di Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Perusahaan-perusahaan itu, pada akhir tahun nanti, diharapkan dapat menjangkau seluruh area Jawa.

"Adapun perkiraan armada truk yang bergabung dengan aplikasi kami di tahun pertama sekitar 5.000 unit," pungkas Boedi.



Sumber: BeritaSatu.com