Qlue Bidik Segmen Korporasi dan Instansi Pemerintah


Qlue Bidik Segmen Korporasi dan Instansi Pemerintah
Founder dan CEO Qlue, Rama Aditya. ( Foto: Beritasatu Photo / Emanuel Kure )
Emanuel Kure / FER Selasa, 6 Agustus 2019 | 23:25 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Qlue, startup yang bergerak di bidang ekosistem smart city menargetkan untuk menyediakan layanan ekosistem Artificial Intelligent (AI) dan Internet of Things (IoT) kepada kalangan perusahaan dan instansi pemerintah hingga akhir 2019. Saat ini, melalui ekosistem yang dibangunnya, solusi Qlue telah diadopsi di 50 perusahaan dan instansi pemerintah.

"Qlue hadir untuk membantu transformasi di berbagai instansi, baik swasta maupun pemerintah, dalam memanfaatkan inovasi di bidang AI dan IoT untuk mempercepat perubahan positif,” kata founder dan CEO Qlue, Rama Aditya, di Jakarta, Selasa, (6/8/2019).

Rama menjelaskan, berbagai inovasi teknologi di bidang AI dan IoT, saat ini bisa digunakan untuk membantu mengembangkan bisnis melalui pengambilan keputusan yang lebih efektif dan efisien. Solusi teknologi tersebut, seperti QlueVision, produk AI yang diimplementasikan di sistem CCTV untuk mengenali objek secara otomatis.

Lalu, QlueWork, aplikasi mobile untuk mengatur dan mengoordinasi pekerja di lapangan, dan QlueDashboard, platform integrasi data yang memberikan laporan secara real-time, membantu para pemimpin dalam mengumpulkan data dan mengidentifikasi masalah di lapangan secara cepat, efektif, dan akurat.

"Berbagai solusi teknologi Qlue dapat mengurangi biaya operasional hingga 50 persen, meningkatkan produktivitas perusahaan hingga 300 persen, dan meningkatkan akuntabilitas setiap individu dalam setiap perusahaan," ujar Rama.

Rama mengungkapkan, aplikasi Qlue juga sudah diterapkan di wilayah Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta. Melalui aplikasi ini, warga Jakarta dapat melakukan laporan kepada Pemprov terkait berbagai persoalan di masyarakat, sehingga, Pemprov dapat mengambil langkah-langkah solutif untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Di Jakarta, lanjut Rama, selama semester I 2019, terdapat tiga laporan yang paling dominan, yaitu terkait sampah, iklan liar, dan parkir liar, dengan akumulasi mencapai 54 persen dari total laporan. Tak hanya itu, selama semester I 2019, laporan warga melalui Qlue meningkat 17,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu dengan tingkat penyelesaian laporan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencapai 91 persen.

Bahkan, tingkat kepercayaan warga DKI Jakarta terhadap Qlue juga terlihat dengan terus meningkatnya pengguna Qlue yang naik 11 persen pada semester I 2019 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Sejak awal mendirikan Qlue, kami berusaha memberikan solusi untuk memudahkan proses pelaporan warga kepada pemerintah melalui teknologi, sehingga warga dapat berpartipasi aktif dalam pembangunan," pungkas Rama.



Sumber: Investor Daily