Tips Aman dan Nyaman Internetan Bersama Keluarga

Tips Aman dan Nyaman Internetan Bersama Keluarga
Ilustrasi keluarga menggunakan internet. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Indah Handayani / FER Jumat, 9 Agustus 2019 | 21:14 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Anak-anak generasi masa kini tumbuh besar dengan teknologi. Pemahaman akan rekam jejak digital atau digital footprint serta melatih mereka untuk menjadi lebih peka akan informasi yang mereka sebarkan atau dapatkan, menjadi sangatlah penting agar terhindar dari bahaya kejahatan siber.

User Education and Outreach Manager, Trust & Safety, Google APAC, Lucian Teo, mengatakan, kemajuan teknologi telah membuat hidup lebih mudah. Untuk itu, Google mengadakan program #KeluargaCerdas Berinternet untuk membantu keluarga di Indonesia menetapkan batasan dan menggunakan teknologi sesuai kebutuhan.

"Kami percaya dalam bekerja sama dengan orang tua untuk membantu keluarga mengadopsi teknologi secara bijak dan aman. Perlindungan dan pengaturan telah dikembangkan dan integrasi ke dalam banyak produk kami, memungkinkan orang tua memilih pengalaman dan pengaturan yang tepat untuk keluarga mereka," ujar Lucien Teo dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Jumat (9/8/2019).

Menurut Lucien, ada beberapa tips agar dapat merasakan dan menikmati penggunaan internet secara maksimal. Tetapkan aturan digital dengan Family Link. Fitur ini dapat membantu para orang tua memahami dengan lebih baik perilaku anak saat menjelajahi internet, sekaligus membantu mengelola akun mereka dan perangkat yang kompatibel.

"Orang tua juga dapat menetapkan batas-batas yang sesuai kebutuhan keluarga dengan cara mengawasi waktu penggunaan perangkat dan membatasi akses harian. Memuaskan rasa ingin tahu anak dengan beragam aplikasi yang direkomendasikan para guru. Selain itu, orag tua dapat mengunci perangkat anak dari jarak jauh. Melihat aktivitas, lokasi keberadaan, dan mengelola akun serta aplikasi yang mereka gunakan," jelas Lucien.

Lucien menambahkan, orang tua bisa memblokir situs dewasa di Google Search dengan SafeSearch. Setelan SafeSearch dirancang untuk memblokir gambar, video, dan situs dewasa dari hasil penelusuran Google Search untuk menghindari konten pornografi dan kekerasan.

"Namun, SafeSearch bukanlah alat yang sempurna, dan mungkin masih menemukan hasil penelusuran eksplisit. Jika demikian, orag tua dapat melaporkannya. Laporan dan masukan dapat membantu kami menyempurnakan SafeSearch agar lebih baik bagi semua orang," tambah Lucien.

Lucian mengatakan, fitur Asisten Google dapat membantu dalam menemukan aktivitas untuk dinikmati bersama keluarga. Fitur ini memiliki beragam aktivitas, mulai dari memberikan saran permainan untuk dimainkan bersama keluarga, hingga permainan seperti tebak gambar.

"Saat ini ada lebih dari 50 permainan, aktivitas, dan cerita dalam program Assistant for Families. Setiap aktivitas ini telah ditinjau dan disetujui oleh tim Trust and Safety, supaya Anda yakin bahwa permainan ini cocok untuk keluarga. Tak hanya itu, dengan menggunakan Family Link, anda bisa memblokir akses anak-anak agar tidak bisa melakukan transaksi keuangan, dan orang tua dapat menentukan apakah anak-anak diperbolehkan mengakses aplikasi pihak ketiga di Asisten Google atau tidak," jelas Lucien.

Selain itu, lanjut Lucian, Google Play dapat membantu menentukan konten yang cocok bagi anak, baca ulasan dan cari ikon bintang keluarga di aplikasi atau game. Ikon bintang ini menandakan bahwa konten telah ditinjau dengan seksama, dan aplikasi atau game tersebut dikembangkan dengan mengutamakan anak-anak. Ikon bintang ini juga menampilkan rentang usia yang disarankan untuk konten tersebut. Tak kalah penting, periksalah peringkat atau rating konten untuk memahami tingkat kedewasaan suatu aplikasi dan mengatur filter berdasarkan rating tersebut guna menentukan aplikasi yang tepat bagi anak.

"Kemudian, ada pula YouTube Kids agar bisa menjadi ruang yang cocok bagi keluarga dan anak-anak untuk mengeksplorasi minatnya melalui konten video online," tandas Lucien.

Sementara itu, Direktur Akademik Sekolah Cikal dan co-founder Yayasan Matahati, Tari Sandjojo, mengatakan internet merupakan platform kuat yang dapat digunakan dalam menyebarkan hal positif atau negatif. Berita baik (dan buruk) menyebar dengan cepat di internet, tanpa memikirkan anak-anak dan remaja yang mendapatkan berita tersebut.

"Inilah sebabnya, kita sebagai orang tua harus bisa menjadi teman yang membantu generasi penerus kita menjadi penjelajah dunia yang cerdas dan percaya diri dalam memanfaatkan internet sebaik-baiknya," tegas Tari Sandjojo.



Sumber: Investor Daily