600.000 UMKM Ralali Diajarkan Melek Teknologi

600.000 UMKM Ralali Diajarkan Melek Teknologi
Ilustrasi UKM yang sudah melek digital. ( Foto: istimewa )
Elvira Anna Siahaan / EAS Kamis, 15 Agustus 2019 | 16:33 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - ​Setiap tanggal 12 Agustus para pengusaha yang tergabung dalam usaha mikro kecil menengah (UMKM), merayakan hari jadi mereka bersama-sama. Hari UMKM Nasional tahun ini bahkan dianggap sebagai momen kebangkitan, agar para pelaku perlahan-lahan melek teknologi. 

Dilansir dari siaran pers yang dihimpun oleh tim Ralali.com, Kamis (15/8/2019), data Kementerian Koperasi & UKM tahun 2018, menunjukkan UMKM Indonesia berkontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB), hingga 60,34%. Demi meningkatkan peran ekonomi kerakyatan, pemerintah akhirnya menargetkan sumbangsih UMKM terhadap PDB menyentuh angka 65% atau sekitar Rp 2,3 triliun, di tahun 2019​.

Sejalan dengan misi pemerintah dalam pengembangan UMKM, Ralali.com, platform B2B marketplace di Indonesia, kini mampu menaungi lebih dari 600.000 UMKM, dengan target pemberdayaan 1 juta UMKM dalam 4 bulan ke depan. Para pelaku UMKM yang bergabung dalam platform ini diajarkan untuk melek teknologi. 

Chief Operations Officer (COO) Ralali.com, Alexander Lukman menuturkan, platformnya telah menyediakan berbagai akses dan konektivitas yang relevan bagi para pelaku usaha. Hal ini dibuktikan dengan terus bertambahnya pelaku UMKM yang bertransaksi dan memenuhi kebutuhan usahanya melalui platform digital.

Ralali.com menyikapi hal ini dengan memfasilitasi UMKM di Indonesia dengan menghadirkan infrastruktur teknologi secara holistik bagi pelaku UMKM.

"Kami sediakan sepenuhnya, mulai dari kebutuhan barang dan jasa, pembayaran, pendanaan dan pembiayaan, logistik pengiriman, hingga berinteraksi dan bertransaksi di dalam satu ​platform," ujarnya.

Kendati pelaku usaha kecil menengah yang menggunakan ​platform online saat ini masih terbatas, yakni kurang dari 8%, Alex menilai tren untuk UMKM Go Online tetap berpeluang untuk tumbuh meningkat. Pasalnya, hal ini sejalan dengan pertumbuhan masyarakat pengguna internet di Indonesia yang sudah mencapai 56,4%​.

"Saat ini jelas makin banyak penduduk Indonesia yang melek digital. Ini saatnya untuk mengajak UMKM go online," papar Alex.

Sementara jika dilihat kontribusi UMKM Indonesia terhadap rantai pasok produksi global, tercatat sedikit lebih tinggi dibandingkan negara tetangga seperti Brunei, Laos, Myanmar, dan Kamboja. Kontribusi tertinggi sektor UMKM terhadap rantai pasok produksi global mencapai 2,7%. Padahal, ASEAN berkontribusi sebanyak 9,3% terhadap rantai pasok produksi global di periode 2009–2013.

"Untuk itu, peta pertumbuhan UMKM di Indonesia memang harus didorong dari berbagai pihak seperti program pemerintah, ​financing partners, logistik, ​brand partners, dan pihak-pihak lainnya, sehingga mendorong pertumbuhan utamanya, yakni pengenalan dan trust pelaku UMKM terhadap ​platform digital market," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com