MDB Kembangkan Lima Startup Digital

MDB Kembangkan Lima Startup Digital
Kiri ke kanan: Chairman Multi Inti Sarana (MIS) Group Tedy Agustiansjah bersama CEO MDB Subhan Novianda, disela-sela peresmian MDB Innovation Center, di Jakarta, Jumat (16/8/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Jumat, 16 Agustus 2019 | 16:27 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Multi Inti Digital Bisnis (MDB) sebagai perusahaan digital, terus bergerak mengembangkan ekosistem digital melalui MDB Innovation Center. Pasalnya, fenomena disrupsi digital membuka peluang hadirnya berbagai bisnis baru yang juga perlu didukung oleh sumber daya manusia yang adaptif, produktif, dan kompetitif.

CEO MDB, Subhan Novianda, mengatakan, kehadiran MDB Innovation Center bertujuan meningkatkan daya saing global Indonesia di era Industri 4.0. Selain itu, MDB Innovation Center disiapkan sebagai wadah bagi para milenial untuk beraktivitas dengan didukung atmosfir yang baik. Tujuannya agar ide-ide kreatif bisa muncul yang didorong dengan semangat inovasi.

"Ini sesuai dengan filosofi perusahaan yaitu Purpose Driven Innovation, di mana inovasi yang dikeluarkan didorong oleh azas manfaat dan memberikan dampak sosial positif yang bisa diraih melalui inovasi," ujar Subhan kepada Beritasatu.com, Jumat (16/8/2019).

Chairman Multi Inti Sarana (MIS) Group, Tedy Agustiansjah, mengatakan, melalui MDB, MIS Group akan memiliki lima perusahaan rintisan (startup) digital seperti Capsule Bus, Privilege, Digital Logistics, coopRASI, dan e-Recycle.

Capsule Bus sendiri sudah dilakukan uji coba awal Agustus lalu di Jambi. Bila sudah berjalan, dari pilot project ini akan mudah dikembangkan dengan cara duplikasi untuk beberapa kota besar di Indonesia, termasuk Jakarta.

"Capsule Bus akan semakin membuat masyarakat lebih nyaman dalam menggunakan sarana transportasi umum, sehingga bus berbasis aplikasi menjadi solusi bagi Jakarta dan kota-kota besar lainnya," tegas Tedy.

Diakui Subhan, kehadiran Capsule Bus akan memudahkan masyarakat menggunakan transportasi umum. Karena dengan mengunduh (download) aplikasi Capsule Bus, calon pengguna jasa ini bisa mengetahui posisi dan jam keberangkatan. Bahkan, untuk pembayaran pun dilakukan secara nontunai dengan e-money yang telah bekerja sama.

"Rencananya, peluncuran Capsule Bus untuk pertama kalinya akan dilakukan di Jambi pada akhir Oktober 2019. Sampai akhir tahun ini, direncanakan akan tersedia 100 unit Capsule Bus di Jambi," terang Subhan.

Menurut Subhan, untuk Privilege yang sudah mencatat sukses dengan Pracico Privilege sebagai membership card KSP Pracico berbasis aplikasi digital, terus dikembangkan. Bila versi pertama Pracico Privilege menyediakan kemudahan berupa free entry di Executive Lounge di Indonesia dan Singapura, MDB tengah bersiap meluncurkan Pracico Privilege versi kedua berupa free hotel voucher yang bisa digunakan untuk 8 chain management hotel yang tersebar di seluruh dunia.

Sedangkan Digital Logistics, sudah mulai beroperasi sejak Mei 2019. Startup ini membidik segmen B2B dengan menawarkan platform logistik untuk perusahaan yang ingin melakukan pengiriman barang ke seluruh Indonesia.

"Saat ini, MDB sudah melayani sejumlah pelanggan antara lain subsidiary perusahaan penerbangan, FMCG, dan perusahaan logistik," terang Subhan.

Sementara, kata Subhan, coopRASI adalah salah satu produk teknologi yang dikhususkan untuk koperasi. Harapannya coopRASI dapat menjadi solusi dari permasalahan koperasi yang saat ini memiliki banyaknya keterbatasan. Semua alur pembukuan koperasi akan terintegrasi dengan baik menggunakan aplikasi coopRASI.

"Solusi dan layanan coopRASI merupakan sebuah sistem Software as a Service (SaaS),  di mana coopRASI menyediakan layanan aplikasi koperasi berbasis cloud atau web base, meliputi Core Cooperative System (CCS) dan Mobile Cooperative Application (MCA) untuk menunjang kegiatan operasional dan bisnis antara pengelola dan anggota koperasi," tandas Subhan.

Sedangkan E-Recycle, kata Subhan, merupakan Digital Waste Management untuk membantu pemerintah dalam permasalahan sampah plastik. Caranya cukup mudah, dengan mengunduh aplikasi, nantinya sampah plastik yang terkumpul bisa dijual melalui mobile application.

"Rencananya, sampah plastik akan diproses di processing plant untuk dicacah menjadi flake atau cacahan plastik yang bisa diolah menjadi biji plastik," tambah Subhan.

Subhan mengakui, timnya sedang mempersiapkan aplikasi, membangun warehouse, dan menyiapkan lokasi untuk membangun pabrik. Untuk pilot project rencananya di Jakarta Timur, sedangkan wilayah Jabodetabek ditargetkan akhir tahun ini. "Target kami tahun 2020 pabrik pengolahan plastik sudah beroperasi," pungkas Subhan.



Sumber: BeritaSatu.com