Pendiri APJII Dorong RUU KKS Segera Disahkan
INDEX

BISNIS-27 540.837 (-8.19)   |   COMPOSITE 6428.31 (-54.9)   |   DBX 1183.86 (16.52)   |   I-GRADE 188.148 (-2.58)   |   IDX30 539.476 (-8.89)   |   IDX80 144.979 (-1.68)   |   IDXBUMN20 440.639 (-3.89)   |   IDXESGL 147.926 (-1.09)   |   IDXG30 146.726 (-1.41)   |   IDXHIDIV20 473.385 (-7.91)   |   IDXQ30 152.644 (-1.92)   |   IDXSMC-COM 299.578 (-0.96)   |   IDXSMC-LIQ 376.282 (-1.41)   |   IDXV30 152.705 (-1.81)   |   INFOBANK15 1086.82 (-23.03)   |   Investor33 459.04 (-6.31)   |   ISSI 190.39 (-0.94)   |   JII 671.594 (-3.85)   |   JII70 236.079 (-1.46)   |   KOMPAS100 1294.89 (-15.54)   |   LQ45 1002.38 (-13.63)   |   MBX 1785.38 (-21.17)   |   MNC36 340.467 (-4.76)   |   PEFINDO25 342.936 (-2.7)   |   SMInfra18 325.457 (-0.02)   |   SRI-KEHATI 391.973 (-5.4)   |  

Pendiri APJII Dorong RUU KKS Segera Disahkan

Senin, 19 Agustus 2019 | 23:03 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Pendiri Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Teddy Affan Purwadi, mendorong Rancangan Undang-undang (RUU) Keamanan dan Ketahanan Siber (KKS) segera disahkan oleh DPR. Kemunculan RUU KKS dinilai merupakan hal yang sangat ditunggu kalangan pelaku dan praktisi industri digital.

Sejak mendirikan APJII pada 1996, menurut Teddy, belum ada aturan apapun yang mengatur ruang siber secara spesifik. Terlebih yang mengatur aspek keamanan dan ketahanannya.

"Sudah 23 tahun kita menunggu. Sekaran sudah muncul nomenklatur siber pada RUU KKS atas dasar prakarsa DPR. Saya mendukung RUU KKS ini karena ada kejelasan kita sebagai pribadi dan anggota masyarakat dan pemerintah. Siber itu satu kesatuan tidak bisa dipisahkan. Sekarang hampir semua oarng pada pegang gadget. Nah, siber ini harus cepat lahir. Ada nomneklatur RUU KKS, supaya ada pegangan bagi kami," ujar Teddy di Jakarta, Senin (19/8/2019).

Menurut Teddy, langkah mendorong RUU KKS diperlukan karena bisa mendorong para pelaku industri dan masyarakat juga memahami pentingnya keamanan dan kedaulatan data. Jika masih terdapat perdebatan mengenai kelemahan RUU KKS, bisa dikoreksi kemudian.

"Orang digital signature saja belum pada paham. Jadi end to end encprition harus secara jelas diatur negara, apalagi sudah masuk ke ekonomi digital yang serba daring, bagaimana keamanan datanya. Jadi di RUU itu sudah jelas diatur. Tinggal dibagi perannya antara negara yang diwakili BSSN yang tadinya punya core persandian dengan pihak lain," tegas Teddy yang saat ini menduduki jabatan sebagai Wakil Ketua Pengelola Nama Domain Indonesia (PANDI).

Teddy memandang pengesahan RUU KKS harus berjalan beriringan RUU Perlindungan Data Pribadi (PDP). Pasalnya, jika RUU KKS telah mengatur segala hal di ruang siber, maka perlindungan data pribadi pun sudah termaktub di dalamnya.

"Makanya, medium protokol yang saling terhubung tadi perlu perlindungan yang sangat tepat. Nanti PDP menjadi bagian dari platform ini. Ini baru bulat, jangan lonjong atau (berlubang-lubang) seperti meteor yang bentuknya," ujar Teddy.

Teddy juga mempertanyakan pihak-pihak yang menolak RUU KKS disahkan secepatnya. Pihak yang menolak, disebutnya sebagai orang yang ingin menciptakan kondisi mengambang bagi ruang siber Indonesia, terutama pembangunan ekonomi digital yang menjadi salah satu program unggulan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Ekonomi digital jangan mengawang. Yang menyambungkan talinya adalah RUU KKS tersebut. RUU ini tidak hanya menciptakan rasa aman bagi pelaku ekonomi digital, namun rasa aman bagi seluruh rakyat indonesia. Para pelaku seperti teknokrat, birokrat bisa ikut mengelola, apalagi kewilayahan negara. Untuk kepeluan cyberwarfare, cyberdefense dan cyberdiplomacy," ujar Teddy.

"Ngambang-ngambang terus maunya, ini siapa yang mau mengambangkan? Inilah makanya kita perlu segera sahkan. Mau diapakan lagi, kita sudah 23 tahun menunggu," tegas Teddy.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

PUBG Mobile Lite vs Free Fire: Mana yang Lebih Seru?

Size download, grafis, fitur dan prospek game menjadi alasan gamers.

DIGITAL | 19 Agustus 2019

Esri Gandeng BIG Gelar Konferensi Geospasial

Esri dan BIG bersinergi merayakan 50 tahun informasi geospasial di Indonesia.

DIGITAL | 19 Agustus 2019

Berdayakan Pedagang Kecil, Bonceng Gandeng IKAPPI

Fitur Bonceng Pasar menawarkan solusi bagi persoalan dan kesulitan pedagang kecil.

DIGITAL | 19 Agustus 2019

Liveen Jajaki Pasar Indonesia

Liveen ingin memperkenalkan penerapan teknologi blockchain secara nyata untuk pertama kalinya ke Indonesia.

DIGITAL | 18 Agustus 2019

Menkominfo:Konstruksi Palapa Ring Timur Sudah Selesai

Saat ini Palapa Ring Timur telah menyelesaikan proses konstruksi dan tengah menunggu stabilisasi dan integrasi dengan Palapa Ring Barat dan Tengah.

DIGITAL | 18 Agustus 2019

Platform Digital DOA Dukung Pengembangan UMKM

DOA menjadi solusi bagi pelaku UMKM Menengah untuk memulai maupun mengembangkan usahanya.

DIGITAL | 18 Agustus 2019

PUBG Mobile Berbagi Kebahagiaan dengan Veteran

Program ini merupakan sebagai bentuk apresiasi PUBG Mobile atas kontribusi para veteran.

DIGITAL | 17 Agustus 2019

Kembangkan Ekosistem Rumah Pintar, LG Gandeng LUMI

LG Electronics (LG) dan LUMI United Technology, resmi mengikat kemitraan untuk mengembangkan ekosistem pintar untuk memberikan solusi IoT lebih lengkap di rumah.

DIGITAL | 17 Agustus 2019

Inovasi TV dan Audio LG Raih Penghargaan EISA Award

LG Electronics kembali mendapatkan penghargaan kelas global atas inovasi perangkat elektronik hiburan dari Expert Imaging and Sound Association (EISA).

DIGITAL | 17 Agustus 2019

IM3 Ooredoo Hadirkan Program Minggu Merdeka

IM3 Ooredoo memberikan pelanggan kebebasan menikmati digital lifestyle dengan kuota besar.

DIGITAL | 16 Agustus 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS