Honeywell Kenalkan Teknologi Kota Cerdas ke Indonesia

Honeywell Kenalkan Teknologi Kota Cerdas ke Indonesia
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro (tengah) bersama Rektor UI Muhammad Anis dan Presiden Direktur Honeywell Indonesia Roy Kosasih (empat kanan) foto bersama usai diskusi terbuka : Perencanaan dan Pembangunan Ibu Kota Negara Berbasis Smart City di Indonesia, di Auditorium K.301 Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Kota Depok, Jawa Barat, Kamis (22/8/2019) ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Kamis, 22 Agustus 2019 | 16:26 WIB

Depok, Beritasatu.com - Pemindahan ibu kota negara yang akan dilaksanakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kalimantan harus sesuai dengan konsep smart city atau kota pintar. Ibu kota baru nantinya harus menjadi kota yang inklusif yang mampu merangkul semua lapisan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan yang sama.

"Teknologi smart city dapat membantu menciptakan ibu kota baru yang bersahaja dan berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat serta menciptakan ekosistim yang produktif, hingga bisa bukan saja menjadi kebanggaan nasional namun juga menjadi kota yang patut dicontoh di ASEAN,” ujar Presiden Direktur Honeywell Indonesia, Roy Kosasih, dalam diskusi terbuka 'Perencanaan dan Pembangunan Ibu Kota Baru Berbasis Smart City di Indonesia' di Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI), Depok, Kamis (22/8/2019).

Roy mengatakan, Honeywell membantu beberapa kota pintar yang memiliki pertumbuhan pesat dengan teknologi Internet of Things (IoT).  Teknologi IoT digunakan untuk mengatasi berbagai tantangan seperti meningkatkan keamanan, manajemen lalu lintas, dan pemantauan kerumunan hingga keselamatan pejalan kaki.

"Adapun kota-kota tersebut adalah ibu kota Administratif Kairo Baru di Mesir, kota dan negara bagian India seperti Bhubaneshwar, Aurangadbad, Madhya Pradesh, Ujjain, Rajkot, Faridabad, dan Ranchi. Serta, kemitraan dengan Smartworld untuk mendukung pemerintah Uni Emirat Arab dalam pengembangan kota yang lebih cerdas,” papar Roy Kosasih.

Lebih lanjut, Roy menjelaskan, membludaknya populasi di kota-kota pasti berdampak terhadap ekonomi, lingkungan, dan energi. Hal ini membutuhkan teknologi terhubung yang lebih cerdas agar kualitas hidup warga bisa ditingkatkan. Kota pintar dibangun diatas fondasi teknologi terhubung dan IoT.

"Teknologi perangkat lunak canggih seperti analitik dan manajemen video, sistim identifikasi pelat nomor, pelacakan dan pemantauan aset dengan GPS, sensor suhu, dan sistem pengenalan wajah adalah beberapa cara untuk membuat kota kita lebih pintar, lebih aman, dan nyaman,” tambahnya.

Menurut Roy, teknologi-teknologi tersebut membantu memecahkan masalah perkotaan sehari-hari seperti parkir liar, manajemen lalu lintas, pemantauan kerumunan, keselamatan pejalan kaki, dan pencegahan kejahatan, semua bertujuan untuk meningkatkan standar hidup masyarakat.

"Teknologi yang tepat akan membawa manfaat bagi pemerintah kota. Ini termasuk manajemen energi yang lebih baik dan lebih efisien, peningkatan keselamatan publik dengan respon darurat yang lebih cepat dan lebih akurat, manajemen lalu lintas dan transportasi yang lebih efisien dan efektif, yang kita tahu sangat penting untuk kota-kota di seluruh Indonesia, dan manajemen air serta listrik yang sangat efisien dan efektif, termasuk pengelolaan air bersih, kotor dan limbah, dan manajemen penerangan jalan,” tandas Roy Kosasih.



Sumber: BeritaSatu.com