Joseph Aditya Komitmen Mengajak Pelaku UMKM Melek Teknologi

Joseph Aditya Komitmen Mengajak Pelaku UMKM Melek Teknologi
Joseph Aditya (kanan) berfoto bersama dengan para agen dalam pengenalan Big Agent di Jakarta, belum lama ini. ( Foto: istimewa )
Elvira Anna Siahaan / EAS Senin, 2 September 2019 | 15:11 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pada 2020, pemerintah menargetkan Indonesia sebagai negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Bahkan saat ini, hampir semua orang dipaksa untuk melek teknologi, lewat pemakaian aplikasi di telepon selular untuk kebutuhan sehari-hari. Berkaca dari target pemerintah, Founder dan CEO Ralali.com, Joseph Aditya, saat ditemui Beritasatu.com, belum lama ini mengatakan, dunia usaha saat ini membutuhkan kolaborasi antara sumber daya manusia (SDM) unggul dengan inovasi teknologi.

Untungnya, sejak akhir 2018 lalu, Ralali.com sudah melahirkan on demand platform bernama Big Agent. Platform ini membantu bisnis menjadi lebih mudah dengan memberdayakan dan menghubungkan berbagai SDM Indonesia.

"Big Agent adalah wujud komitmen kami untuk memperkuat ekosistem digital Ralali.com guna menciptakan konektivitas dan inklusivitas. Kolaborasi antara SDM unggul dengan inovasi teknologi ini akan berdampak pada pengembangan bisnis yang lebih mudah. Kami ingin membawa platform ini sebagai wadah sumber daya manusia berbasis freelancer melek teknologi. Harapannya, kami bisa menghubungkan jutaan manusia, sehingga pemerataan akses untuk bisnis pun mudah didapat,” ungkap Joseph Aditya.

Saat ini, di Ralali.com sudah ada 300.000 Sobat Agent (sebutan bagi pengguna Big Agent) di 25 provinsi se-Indonesia, dengan dominasi di JaBoDeTaBek, Bandung, Surabaya, Malang, Semarang, Padang dan Palembang. Yang menarik adalah bukan hanya mereka yang freelancer atau tidak memiliki pekerjaan yang bergabung menjadi Sobat Agent, namun juga karyawan, mahasiswa, pelajar bahkan ojek online, dengan dominasi rentang usia antara 21-25 tahun.

"Pelaku bisnis utamanya UMKM seringkali mengalami tantangan dalam mengembangkan bisnisnya. Keterbatasan biaya, keterbatasan waktu, keterbatasan relasi, belum lagi biaya upah SDM yang tidak sebanding dengan kualitas performa kerjanya. Dengan adanya Big Agent, pelaku bisnis bisa memangkas jarak dan waktu, menyebarluaskan bisnis dan produknya kepada sasaran yang tepat dan membayar sesuai dengan performa. Kami mendefinisikan ini cara baru melakukan bisnis,” tegas Joseph.

Big Agent menjadi inovasi yang berdampak pada ekonomi digital Indonesia, karena mengajak semua orang meningkatkan kesejahteraan ekonominya tanpa syarat yang sulit. Platform yang dekat dengan seluruh lapisan masyarakat ini menghubungkan pelaku bisnis dan pasarnya.



Sumber: BeritaSatu.com