Strategi PANDI Genjot Jumlah Pengguna Domain .ID

Strategi PANDI Genjot Jumlah Pengguna Domain .ID
Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) menyiapkan strategi pemasaran khusus untuk meningkatkan jumlah pengguna domain internet .id. ( Foto: Beritasatu Photo / Dok. PANDI )
Emanuel Kure / FER Selasa, 3 September 2019 | 09:24 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) sebagai registri .id, menyiapkan strategi pemasaran khusus untuk meningkatkan jumlah pengguna domain internet .id. Salah satunya, dengan menetapkan harga jual hanya US$ 1 (atau sekitar Rp 14.200) kepada end user untuk domain my.id. Harga jual tersebut mulai efektif per 17 September tahun ini.

Baca Juga: PANDI Targetkan Pertumbuhan Pengguna Domain .ID

Ketua PANDI, Yudho Giri Sucahyo, menjelaskan domain my.id selain dipasarkan di dalam negeri, juga dipasarkan ke luar negeri. Selain strategi harga, kini proses pendaftaran my.id juga makin mudah, yakni tidak memerlukan verifikasi dokumen apa pun, kecuali verifikasi e-mail yang masih aktif.

"Domain my.id memiliki keunikan tersendiri bagi penggunanya. Domain tersebut dinilai tepat digunakan sebagai alamat blog dan atau e-mail pribadi semua orang di mana pun berada. Domain ini juga menarik dan seksi, karena merepresentasikan my international domain atau my identity. Sehingga menjadikan my.id dapat digunakan untuk sarana identifikasi identitas diri di jagat maya yang berlaku bagi setiap personal di mana pun di seluruh dunia," ujar Yudho dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (2/9/2019) malam.

Menurutnya, selain my.id, PANDI juga akan memasarkan domain lain ke pasar internasional, yakni biz.id dan .id, meski domain tersebut juga dipasarkan di dalam negeri. Sedangkan domain lainnya hanya dipasarkan di dalam negeri, yakni co.id, ac.id, sch.id, web.id, ponpes.id, or.id, net.id, go.id, mil.id, dan desa.id.

Yudho menambahkan, sesuai dengan regulasi di Indonesia, sebagai registri domain .id, PANDI, akan tunduk pada regulasi yang ditetapkan pemerintah.

"Kami akan patuh terhadap aturan hukum di Indonesia. Jika di kemudian hari ada domain .id yang digunakan untuk penyebarluasan pornografi, perjudian, children abuse, SARA, dan sebagainya, PANDI akan menggunakan hak untuk men-suspend atau mematikan domain .id tersebut," tegas Yudho.



Sumber: Investor Daily