Rudiantara: Setelah OVO, Bakal Ada Lagi Startup Unicorn

Rudiantara: Setelah OVO, Bakal Ada Lagi Startup Unicorn
Rudiantara. (Foto: Antara)
Herman / FER Sabtu, 5 Oktober 2019 | 17:30 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia akhirnya memiliki startup baru yang menyandang status unicorn, yaitu gelar yang diberikan kepada suatu startup dengan nilai valuasi lebih dari US$ 1 miliar.

OVO menjadi startup unicorn baru menyusul empat startup lainnya yang sudah lebih dulu menyandang status tersebut yakni Gojek, Traveloka, Bukalapak, dan Tokopedia.

Baca Juga: Menkominfo Benarkan OVO Sudah Berstatus Unicorn

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, menyambut gembira capaian yang diraih OVO. Pasalnya Kemkominfo memang menargetkan Indonesia bisa memiliki sedikitnya lima startup unicorn sebelum tahun 2019 berakhir.

"Kita patut bersyukur, target kita sampai akhir 2019 ada lima unicorn, tetapi sebelum akhir tahun sudah ada unicorn baru yaitu OVO. Selamat kepada OVO yang memang didirikan di Indonesia,” kata Rudiantara, di sela acara Siberkreasi Netizen Fair 2019, di Jakarta, Sabtu (5/10/2019).

Setelah OVO, kata Rudiantara, bakal ada startup lagi yang berstatus unicorn. "Saya berharap justru bisa melebihi target lima unicorn. Karena sebetulnya ada lagi yang berpotensi jadi unicorn sebelum akhir tahun. Sekarang ini transaksinya sedang berjalan,” kata Rudiantara.

Baca Juga: OVO Hadirkan SmartCube

Rudiantara memberi bocoran calon startup unicorn ini berasal dari sektor pendidikan. Saat ditanya apakah startup tersebut adalah Ruang Guru, Rudiantara tidak bersedia menjawab karena beralasan proses menuju unicorn masih berlangsung.

"Ya kurang lebih begitulah (sektor pendidikan). Bagaimana pun secara logika, 20 persen APBN pemerintah untuk pendidikan. Sektor kesehatan juga karena 5 persen APBN kita untuk kesehatan. Masa sih tidak ada unicorn dari dua sektor itu," ujarnya.

Rudiantara juga menyebut kalau Gojek saat ini sudah 'naik kelas' menjadi decacorn, sebutan untuk startup dengan nilai valuasi sebesar US$ 10 miliar, atau 10 kali lipat dari nilai valuasi yang dimiliki startup unicorn.



Sumber: BeritaSatu.com