Layanan 5G Diprediksi Mulai Tersedia pada 2023
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Layanan 5G Diprediksi Mulai Tersedia pada 2023

Senin, 7 Oktober 2019 | 18:40 WIB
Oleh : Herman / MPA

Jakarta, Beritasatu.com – Operator telekomunikasi di Indonesia saat ini mulai melakukan ujicoba teknologi 5G untuk mematangkan persiapan menggelar layanan tersebut di masa mendatang. Namun sepertinya layanan 5G belum akan dinikmati secara meluas dalam waktu dekat. Perusahaan penyedia infrastruktur jaringan, Cisco, memprediksi layanan 5G di Indonesia baru akan digelar pada 2023.

“Kami memprediksi layanan 5G di Indonesia akan dimulai pada 2023 dan semakin meluas pada 2025. Tetapi memang operator dan pelaku industri lainnya sudah mulai harus berdiksusi perihal bagaimana mempersiapkan infrastruktur yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan 5G,” kata Managing Director ASEAN Service Provider di Cisco, Dharmesh Malhotra, di Jakarta, Senin (7/10/2019).

Hal senada juga diungkapkan CEO XL Axiata, Dian Siswarini. Saat melakukan ujicoba teknologi 5G di Jakarta baru-baru ini, Dian memperkirakan layanan 5G baru bisa digelar di Indonesia lebih dari tiga tahun lagi. Untuk mulai mengimplementasikan 5G secara komersial, menurutnya ada banyak hal yang masih harus disiapkan mulai dari fiberisasi hingga investasi spektrum.

“Untuk 5G, saat ini ekosistemnya masih belum lengkap. Perkiraan kita beyond tiga tahun dari sekarang baru bisa 5G. Untuk bisa sampai ke sana juga banyak persiapan yang harus dilakukan, salah satunya persiapan fiberisasi karena jaringan transmisi sangat diperlukan untuk 5G. Kemudian kita siapkan bisnis modelnya, use case apa yang bisa kita berikan ke customer, baik B2B maupun ritel. Juga yang paling penting mempersiapkan spektrum karena ini investasi yang mahal,” kata Dian.

Dari hasil studi kolaborasi yang dilakukan antara Cisco dan AT Kearney bertajuk 5G in ASEAN: Reigniting Growth in Enterprise and Consumer Markets, peluncuran layanan 5G diperkirakan dapat meningkatkan pendapatan tahunan operator telekomunikasi di Indonesia sebanyak US$ 1,4 miliar sampai US$ 1,83 miliar pada 2025. Seiring dengan semakin terjangkaunya harga perangkat, jumlah langganan juga akan meningkat. Di ASEAN, total jumlah langganan layanan 5G diperkirakan mencapai lebih dari 200 juta pada 2025, di mana jumlah pelanggan tertinggi berasal dari Indonesia dengan lebih dari 100 juta pelanggan.

Studi ini juga memaparkan tantangan besar dalam implementasi 5G. Antara lain terbatasnya ketersediaan spektrum untuk implementasi layanan 5G serta jaringan suboptimal yang dihasilkan. Implementasi layanan 5G akan dilakukan pada sejumlah band, dengan kebutuhan secara global setidaknya bisa dipenuhi melalui ketersediaan tiga band dalam waktu dekat yaitu low band (700 MHz), mid-band (3,5 to 4,2 MHz), dan high-band pada spektrum mmWave (24 hingga 28 6H2). Di ASEAN, banyak dari band-band ini telah digunakan untuk layanan lain. Low band misalnya digunakan untuk FTA TV, dan mid-band digunakan untuk layanan satelit. Meskipun tersedia mmWave, penyebarannya perlu dikombinasikan dengan spektrum low band untuk memungkinkan cakupan wilayah pinggiran kota dan pedesaan yang layak secara ekonomi serta akses dalam gedung.

Studi ini juga mengingatkan agar operator perlu berhati-hati dalam membangun produk 5G mereka dan menetapkan harga untuk portofolionya di tengah upaya migrasi pelanggan ke jaringan berkecepatan tinggi. Berbeda dengan teknologi 3G dan 4G, pelanggan akan menyambut baik ketersediaan layanan 5G dan bersedia membayar untuk kualitas yang Iebih baik. Akan fatal bagi operator untuk terlibat dalam perang harga hanya untuk menarik lebih banyak pelanggan dengan harapan bisa membebankan biaya lebih banyak kepada mereka pada tahapan berikutnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Layanan 5G, Peluang Operator Telekomuikasi Naikkan Pendapatan

Jumlah pelanggan tertinggi berasal dari Indonesia dengan lebih dari 100 juta pelanggan.

DIGITAL | 7 Oktober 2019

Delapan Poin Menimbang Kelebihan iPhone

Bagi konsumen yang bukan pengguna iPhone, mereka tentu cukup penasaran bukan? Setidaknya, inilah delapan poin kelebihan yang dimiliki iPhone.

DIGITAL | 7 Oktober 2019

Komisioner BRTI Sebut Operator Tak Perlu Investasi EIR

Operator beranggapan investasi EIR terlalu mahal.

DIGITAL | 7 Oktober 2019

AWS Dorong Adopsi Cloud di Indonesia

Adopsi cloud di Indonesia memiliki tingkat maturity yang berbeda-beda.

DIGITAL | 7 Oktober 2019

BRTI Jamin Data IMEI Aman

Kemperin telah mengantongi sertifikasi ISO 27000.

DIGITAL | 7 Oktober 2019

Pekan ini, Pameran Elektronik Terbesar Dunia Digelar di Hong Kong

Acara ini melibatkan lebih dari 9.000 booth peserta dan akan mempertemukan pemasok dan pembeli.

DIGITAL | 7 Oktober 2019

TikTok Larang Iklan Politik Berbayar

Iklan politik dinilai tidak sesuai dengan pengalaman yang ingin diberikan kepada jutaan pengguna.

DIGITAL | 7 Oktober 2019

First Warriors Tetapkan 16 Pemain E-Sports Terbaik di Jakarta

Audisi di Jakarta ini menjadi kota kualifikasi yang terakhir atau ke-6.

DIGITAL | 6 Oktober 2019

Wirausaha Sosial, Upaya Tingkatkan Kesejahteraan

Wirausaha sosial menjadi salah satu profesi yang dapat memajukan ekonomi kerakyatan di era revolusi industri 4.0.

DIGITAL | 6 Oktober 2019

Rudiantara: Setelah OVO, Bakal Ada Lagi Startup Unicorn

Rudiantara memberi bocoran calon startup unicorn ini berasal dari sektor pendidikan.

DIGITAL | 5 Oktober 2019


TAG POPULER

# Rizieq Syihab


# Vaksin Sinovac


# Vaksinasi Covid-19


# John McAfee


# New York



TERKINI

Hong Kong Kategorikan Indonesia Negara Sangat Berisiko Tinggi Covid-19

DUNIA | 10 menit yang lalu










TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS