Pameran Elektronik Terbesar Dunia Digelar di HK, Jakarta Berikutnya

Pameran Elektronik Terbesar Dunia Digelar di HK, Jakarta Berikutnya
Pameran dagang produk elektronik terbesar di dunia Global Sources Mobile Electronics digelar di Asia-World Expo, Hong Kong, 18-21 Oktober 2019. ( Foto: Beritasatu / Heru Andriyanto )
Heru Andriyanto / HA Sabtu, 19 Oktober 2019 | 10:44 WIB

Hong Kong, Beritasatu.com - Pameran dagang produk elektronik terbesar di dunia digelar di Hong Kong pekan ini oleh Global Sources Mobile Electronics, perusahaan yang sama yang akan menggelar ajang serupa di Jakarta pada Desember nanti.

Event di Hong Kong, yang dibuka Jumat (18/10/2019) kemarin, meliputi 3.700 booths yang menampilkan aneka rupa produk elektronik dari smartwatch anti air seharga hanya US$ 9 sampai pengisi daya nirkabel yang bisa berfungsi sebagai pemutar musik.

Setelah ajang di Hong Kong ini, Global Sources akan membawa para pemasok produk elektronik itu ke Indonesia untuk dipertemukan dengan para pedagang lokal, terutama para pemilik toko daring.

"Kita akan buka sekitar 400 booths di Jakarta, tahun depan ajang serupa akan ditingkatkan lagi menjadi 650 booths," kata Wakil Presiden Global Sources John Kao kepada Beritasatu.com di gedung Asia-World Expo, Hong Kong.

Pameran di Jakarta akan menempati area seluas 7.500 meter persegi di Jakarta Convention Center, 5-7 Desember. Pameran ini sifatnya business-to-business, mempertemukan pedagang dengan pemasok produk elektronik.

John mengatakan sedikitnya 10.000 pedagang sudah diundang ke acara tersebut, sebagian besar dari mereka adalah pemilik toko online yang aktif di berbagai platform e-commerce yang ada di Indonesia. Ajang ini nantinya akan menjadi pameran dagang elektronik terbesar yang pernah digelar di Indonesia.

Menurut John, sudah waktunya bagi Indonesia untuk menikmati dampak finansial dari perkembangan pesat industri elektronik dan teknologi informasi sekarang ini.

"Sekitar 40 sampai 50 tahun yang lalu, produk-produk elektronik Jepang menguasai pasar ekspor dunia. Setelah itu basis produksinya dipindahkan ke Taiwan, Hong Kong, Korea Selatan, dan Singapura," kata John.

"Dalam dua dekade terakhir, mereka kemudian memindahkan lokasi industri ke Tiongkok. Tetapi pengusaha Tiongkok mempelajari keahlian itu dan bahkan membangun pabrik sendiri. Makin lama biaya upah buruh di Tiongkok makin tinggi, maka industri pun pindah ke Asia Tenggara. Di Vietnam sudah mulai jenuh, maka sudah waktunya industri ini pindah ke Indonesia."

Lokasi industri di Indonesia dinilai sangat penting oleh para investor dan sangat sayang dilewatkan, karena Vietnam sebagai kompetitor utama sudah mulai jenuh dengan industri serupa, ujarnya.

Suvenir Elektronik
Karena besarnya jumlah peserta pameran, produk yang dipamerkan dipisahkan dalam beberapa kategori seperti audio, pengisi daya dan aksesoris telepon seluler. Yang unik, ada juga kategori produk cendera mata berbasis tekonologi yang menempati hingga 400 booths.

Kategori ini hadir seiring meningkatnya permintaan pasar terhadap barang-barang hadiah atau cendera mata yang menggunakan teknologi terkini, seperti pengisi daya mungil yang berukuran hingga 63 watt bisa untuk mengisi daya komputer jinjing, robot mini yang bisa berjoget, kubus kecil yang bisa berfungsi sebagai remote control TV dan mouse komputer sekaligus, dan sebagainya.



Sumber: BeritaSatu.com