Cetak Startup Baru, Pemprov Jatim Optimalkan MJC

Cetak Startup Baru, Pemprov Jatim Optimalkan MJC
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat membuka acara ‘Startup Festival 2019’ di Main Atrium Grand City, Surabaya, Kamis (24/10/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Amrozi Amenan )
Amrozi Amenan / FER Kamis, 24 Oktober 2019 | 22:22 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) akan menggandeng para pelaku bisnis kreatif untuk menjadikan Milienial Job Centre (MJC) sebagai ajang mencetak pelaku bisnis rintisan atau startup di Jatim.

Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak, mengatakan banyak talenta muda berbakat di Jatim yang sebetulnya potensinya sangat besar untuk dididik menjadi pebisnis pemula atau startup. Namun sayang, mereka terkendala banyak hal, mulai permodalan hingga kurangnya pendampingan. Untuk merintis satu usaha mereka perlu pendampingan, sementara para pendamping umumnya mengajukan syarat kepada calon yang didampingi harus punya pengalaman.

“Masalahnya, bagaimana mereka punya pengalaman kalau belum pernah merintis usahanya sama sekali. Sedangkan untuk memulai usaha mereka butuh permodalan. Jadi, ini ibaratnya dulu mana ayam sama telur. Dapat pendampingan dulu atau pengalaman dulu baru kemudian didampingi. Permasalahan inilah yang akan kami pecahkan bersama para pelaku bisnis kreatif dengan menjadikan MJC sebagai wadah untuk menyiapkan dan menciptakan calon startup baru di Jatim,” kata Emil saat membuka acara 'Startup Festival 2019' di Surabaya, Kamis (24/10/2019).

Menurut Emil, sejumlah pelaku bisnis kreatif sudah menyatakan kesanggupannya untuk mendukung program Pemprov Jatim tersebut dalam rangka menciptakan pebisnis pemula di Jatim melalui MJC.

"Kita nanti akan sediakan mentor dan untuk biayanya kita akan saweran. Para mentor akan mendampingi calon pebisnis muda mulai hal teknis sampai akses ke pasar. Kita yakin langkah kita ini akan mengimbangi perilaku kaum milenial yang cenderung mencari terobosan out of box atau bahkan no box dan startup mencerminkan hal progresif itu,” tandas Emil Dardak.

Emil lebih lanjut mengatakan startup merupakan suatu inisiatif baru. Startup tidak semua digital tetapi di era Industri 4.0 semua harus berbasis digital untuk memiliki daya saing.

"Digital adalah suatu keniscayaan di zaman ini. Supaya masyarakat luas dapat lebih mengenal produk yang dimiliki oleh startup dan dapat berdampak kepada penjualan yang konstan. Sehingga startup bisa scale up dan menjadi berkembang dan besar," tandas Emil Dardak.

Koordinator Kegiatan Startup Festival 2019, Ki Agus Firdaus, mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan mengumpulkan ide-ide dan gagasan kreatif khususnya anak-anak muda sekaligus menularkan semangat entrepreneurship.

"Startup Festival 2019 ini merupakan langkah awal dalam meningkatkan perkembangan startup dan industri kreatif sebagai ajang memperkenalkan produk startup dan juga menarik daya saing pasar khususnya pada pusat pembelanjaan digital,” kata Ki Agus Firdaus.

Startup Festival 2019 sendiri diikuti kurang lebih 30 stand yang terdiri dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, One Pesantren One Produk (OPOP), Batu CreativeHub (BCH), Substitute Community, ToT, SCN Sruabaya, Sidoarjo Creative (SIRIVE), Wira Usaha Baru (WUB), Forum Komunikasi Kopma Indonesia, Maxine, Mekari dan masih banyak lagi.



Sumber: Investor Daily