Khusus di AS, Facebook Sediakan Fitur Berita

Khusus di AS, Facebook Sediakan Fitur Berita
CEO Facebook Mark Zuckerberg (kiri) dan CEO News Corp Robert Thompson berbicara tentang fitur Facebook News yang baru di Paley Center For Media di New York, AS, Jumat (25/10/2019). ( Foto: AFP/Getty Images / Drew Angerer )
Unggul Wirawan / WIR Sabtu, 26 Oktober 2019 | 08:18 WIB

New York, Beritasatu.com- Raksasa media sosial Facebook meluncurkan fitur berita dan mengumumkan rencana untuk membayar beberapa organisasi media untuk berita utama. Langkah terbaru jejaring sosial ini diambil untuk mempromosikan jurnalisme dan melepaskan reputasinya sebagai platform informasi yang salah.

Seperti dilaporkan AFP, Jumat (25/10), Facebook mengumumkan rencana untuk membayar sejumlah organisasi media profesional untuk berita utama ketika raksasa media sosial itu meluncurkan "Tab Berita".

Bagian baru di aplikasi seluler Facebook ini hanya akan menampilkan berita utama - dan tidak ada yang lain kecuali dari Wall Street Journal, Washington Post, BuzzFeed News, Business Insider, NBC, USA Today, dan Los Angeles Times.

Tab, yang sedang diuji dengan beberapa pengguna Amerika Serikat (AS), akan terpisah dari umpan normal pengguna dan termasuk artikel dari organisasi berita mitra. Hal ini membuat perbedaan yang jelas antara jurnalisme dan cerita yang dibagikan oleh pengguna dari berbagai sumber.

“Ini akan menjadi yang pertama kalinya akan ada ruang khusus pada aplikasi (Facebook) yang berfokus pada jurnalisme berkualitas tinggi,” kata kepala eksekutif Mark Zuckerberg pada audiensi di New York didampingi CEO Robert Thomson News Corp, salah satu mitra dalam proyek ini.

Campuran cerita di Facebook News akan ditentukan oleh "personalisasi" algoritmik berdasarkan preferensi dan data pengguna, sedangkan jurnalis memilih beberapa ceritanya.

Facebook menyatakan pengguna akan memiliki kontrol lebih besar atas cerita yang mereka lihat, dan kemampuan untuk mengeksplorasi lebih banyak minat berita mereka, langsung di dalam aplikasi Facebook.

Lebih jauh, Facebook diperkirakan akan membayar beberapa organisasi berita - dilaporkan jutaan dolar dalam beberapa kasus - tetapi belum mengungkapkan rincian lengkapnya.

Zuckerberg mengatakan dia melihat upaya itu penting meskipun hanya digunakan oleh sebagian kecil pengguna Facebook. Dia mengatakan perusahaan sedang dalam diskusi untuk membawa fitur tersebut ke negara lain.

"Kami ingin melakukan hal seperti ini di seluruh dunia juga," katanya.

Jejaring sosial ini telah bermitra dengan sekitar 200 organisasi berita termasuk The Wall Street Journal, USA Today, The Washington Post, CBS News, BuzzFeed, Fox News, Boston Globe, Bloomberg, dan Vanity Fair.



Sumber: Suara Pembaruan