Indonesia Tembus 10 Besar Dunia Pencetak Unicorn

Indonesia Tembus 10 Besar Dunia Pencetak Unicorn
Pengguna OVO SmartCube Vending Machine mencoba membeli minuman ringan melalui aplikasi OVO dengan me-scan QR Code yang ada dilayar OVO SmartCube Vending Machine, Jakarta, Selasa 15 Oktober 2019. OVO SmartCube Vending Machine yang pertama di Indonesia dengan memiliki kemampuan real-time data analysis dari pengalaman digital interaktif, sehingga mampu menyesuaikan produk dengan kebutuhan dan kebiasaan pengguna. OVO berencana menambah 500 OVO SmartCube Vending Machine di beberapa kota di Indonesia hingga akhir 2020. ( Foto: BeritaSatu Photo / Emral Firdiansyah )
/ WBP Jumat, 1 November 2019 | 14:27 WIB

Manado, Beritasatu.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan pada "Forum Archipelagic and Island States-Startup and Business Summit" (AIS-SBS) 2019 mengatakan berdasarkan data Hurun Research Institute, Indonesia masuk 10 negara penghasil unicorn terbanyak di dunia.

"Indonesia masih jauh tertinggal dari Tiongkok, yang memiliki 206 unicorn, Amerika Serikat punya 203, India memiliki 21 unicorn, Inggris punya 13. Indonesia punya Gojek, Tokopedia dan Bukalapak tapi saya optimistis angka ini bisa terus meningkat," ujar Menko Luhut dalam rilis Jumat (1/11/2019).

Punya 206 Unicorn, Tiongkok Kalahkan AS

Menko mengatakan usaha rintisan di bidang digital akan menjadi penggerak ekonomi dunia di masa depan. Pasalnya, peluang di sektor ekonomi digital sangat besar di mana Indonesia memiliki 171 juta pengguna internet dan 130 juta pengguna smartphone. Alasan kedua, ada ribuan bahkan jutaan produk kreatif Indonesia menunggu untuk dikelola sebagai produk digital.

OVO Jadi Unicorn, Ini Permintaan Luhut

Ia berharap forum ini dapat membuka peluang kerja sama yang dapat membuat startup di negara-negara peserta AIS maju dan berkembang. "Kita tunjukkan kepada teman-teman negara AIS bahwa Indonesia sedang berkembang, kalian juga bisa ajak startup-startup muda untuk melakukan ini," kata Luhut Binsar Pandjaitan.

Pertemuan tingkat pejabat tinggi dan pertemuan tingkat menteri AIS Forum yang dilaksanakan di Manado hingga 1 November 2019 ini dihadiri delegasi dari 23 negara yaitu Bahrain, Fiji, Komoro, Papua Nugini, Guinnea Bissau, Irlandia, Jamaica, dan Jepang. Selanjutnya negara Kiribati, Madagascar, Maladewa, Malta, Marshall Island, Palau, Filipina, Samoa, Seychelles, Srilanka, Saint Kitss and Navis, Timor Leste, Tonga, Cabo Verde, Papua Nugini.



Sumber: ANTARA