Indodax Sambut Inisiatif Presiden Tiongkok Terkait Blockchain

Indodax Sambut Inisiatif Presiden Tiongkok Terkait Blockchain
Oscar Darmawan, Chief Executive Officer at Bitcoin Indonesia (kedua dari kiri) berbicara dalam acara konferensi pers di Jakarta, Rabu (14/8/2019). ( Foto: beritasatu.com / Edi Hardum )
Feriawan Hidayat / FER Rabu, 6 November 2019 | 18:49 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Memasuki akhir tahun 2019, pengembangan proyek kripto berbasis blockchain di Tiongkok seakan mendapat angin segar. Terlebih, sentimen positif sebelumnya telah muncul dari berbagai instansi di negara itu, seperti Hangzhou Internet Court, yang menetapkan bitcoin sebagai komoditas.

Baca Juga: HPB Gandeng Indodax Perluas Ekspansi di Indonesia

Presiden Tiongkok, Xi Jinping, sebelumnya telah menyatakan, Tiongkok akan meningkatkan investasi dalam teknologi blockchain setelah mengadakan sesi studi pekan lalu tentang pengembangan industri.

Blockchain rencananya akan dimanfaatkan sebagai terobosan penting bagi inovasi teknologi berikutnya, memperjelas arah utama, meningkatkan investasi, fokus pada sejumlah teknologi utama, dan mempercepat pengembangan blockchain serta inovasi industri.

Adapun Bank Sentral Tiongkok juga tengah bersiap untuk meluncurkan mata uang digital, setelah sebelumnya membentuk tim khusus sejak tahun 2014,yang bertujuan untuk mengeksplorasi keunggulan mata uang virtual. Agar lebih memudahkan penggunanya dalam bertransaksi, mata uang kripto buatan negeri Tirai Bambu tersebut, kelak dapat digunakan di berbagai platform seperti WeChat dan Alipay.

Baca Juga: Indonesia Tertinggal dalam Teknologi Blockchain

CEO Indodax, Oscar Darmawan, mengatakan, adanya inisiatif pemerintah Tiongkok untuk meningkatkan upaya riset dan penggunaan blockchain akan berdampak terhadap meningkatnya permintaan atas aset digital berbasis blockchain.

"Hal ini telah tercermin dari aktivitas market, dimana beberapa nilai aset digital ikut naik bersamaan dengan dukungan dari pemerintah Tiongkok,” kata Oscar kepada Beritasatu.com, di Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Oscar menjelaskan, blockchain diyakini mampu merevolusi sistem keuangan dan proses produksi, menjadi lebih ekonomis, transparan, dan efisien, dalam upaya peningkatan kesejahteraan sosial.

Baca Juga: Pentingnya Edukasi Blockchain dan Aset Digital

"Pernyataan Presiden Xi Jinping tentu akan membuat gairah atau tren positif bagi pasar aset kripto berbasis blockchain secara global. Salah satu efeknya, seminggu yang lalu ada lonjakan kenaikan harga pada bitcoin sebesar 15 persen, dikarenakan dorongan efek psikologis dari inisiatif tersebut," tambah Oscar Darmawan.

Selain itu, lanjut Oscar, mengingat pemerintah Tiongkok juga telah berkomitmen untuk memberikan investasi tambahan di bidang teknologi blockchain dan artificial intelligence (AI) untuk pengembangan financial technology (fintech), hal tersebut tentu akan berdampak kepada seluruh sektor.

"Perlu diketahui, sebagian besar perusahaan publik blockchain saat ini memang bermarkas di Tiongkok. Itu sebabnya, diharapkan Indonesia juga harus segera memberikan perhatian lebih kepada blockchain, agar Indonesia juga bisa setara dan tidak tertinggal dengan negara lainnya,” tegas Oscar Darmawan.

Baca Juga: Indodax Optimistis Jadi Unicorn Baru

Melalui Indodax sebagai startup blockchain terbesar di Asia Tenggara, Oscar bersama timnya menyatakan kesiapannya untuk terus berkomitmen dalam mengedukasi masyarakat terkait blockchain. Dengan adanya konsistensi dalam pengembangan teknologi blockchain, diharapkan dapat meningkatkan perekonomian Indonesia.

"Berbeda dengan saat kemunculan internet dimana kita agak sedikit ketinggalan, harapannya masyarakat dapat lebih sigap terkait teknologi blockchain. Pemerintah AS sedang menitikberatkan fokusnya terhadap proyek Libra, sedangkan Tiongkok dengan proyek blockchain seperti mata uang digital dan internet of things. Hendaknya Indonesia jangan sampai ketinggalan dalam upaya mendorong pertumbuhan blockchain," tandas Oscar Darmawan.



Sumber: BeritaSatu.com