OVO Dukung UMKM Jawa Tengah Go-Digital

OVO Dukung UMKM Jawa Tengah Go-Digital
Ilustrasi OVO. ( Foto: Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Rabu, 6 November 2019 | 22:07 WIB

Semarang, Beritasatu.com - OVO, platform pembayaran digital terdepan di Indonesia berperan aktif dalam mendukung inisiatif Bank Indonesia (BI) untuk mempercepat penetrasi ekonomi digital di kalangan UMKM di Jawa Tengah dengan turut ambil bagian dalam acara UMKM Gayeng (Gelar Karya Kreatif Jateng).

Dalam acara ini, OVO kembali tegaskan komitmennya dalam memberikan edukasi dan sosialisasi penggunaan Quick Response (QR) Code Indonesian Standard (QRIS).

Baca Juga: OVO Tempati Posisi Teratas Fintech dengan Citra Paling Positif

President Director OVO, Karaniya Dharmasaputra, menjelaskan, keikutsertaan OVO pada acara UMKM Gayeng ini bertujuan untuk memberikan bekal kepada pelaku UMKM dalam menghadapi ekonomi digital, khususnya dalam menghadapi penerapan QRIS secara menyeluruh pada tanggal 1 Januari 2020 mendatang.

“Kami percaya, langkah ini akan meningkatkan pemerataan akses terhadap keuangan digital, serta mendukung pemerintah dalam menyukseskan Gerakan Nasional Non-Tunai sebagai akselerator dalam perkembangan ekonomi digital dan mendorong percepatan inklusi keuangan yang merata di Indonesia. Melalui QRIS, kami berharap dapat memberdayakan lebih banyak UMKM di Indonesia, terutama di Jawa Tengah,” jelas Karaniya dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Rabu (6/11/2019).

Baca Juga: Indonesia Tembus 10 Besar Dunia Pencetak Unicorn

Acara UMKM Gayeng dimeriahkan dengan bazar dari 70 UMKM ekonomi kreatif Jawa Tengah yang memiliki potensi ekspor. Selain itu, ada juga peragaan busana ‘Kesengsem Lasem’ hasil karya kolaboratif dari perancang busana kenamaan, Didiet Maulana, dengan kelompok pengrajin batik lasem.

Selama acara, baik pengunjung maupun pedagang sudah bisa melakukan transaksi dengan menggunakan QRIS yang didukung juga oleh sistem pembayaran dari OVO

OVO juga berkesempatan mengedukasi pelaku UMKM tentang peran QRIS untuk meningkatkan bisnis mereka, serta melakukan diskusi agar mereka dapat lebih maksimal mengadopsi teknologi yang semakin maju dan siap merambah pasar global.



Sumber: BeritaSatu.com