TopKarir Dukung Peningkatan Kualitas SDM Indonesia

TopKarir Dukung Peningkatan Kualitas SDM Indonesia
TopKarir, startup portal karier karya anak negeri yang bertujuan untuk membantu mengurangi pengangguran. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Indah Handayani / FER Rabu, 13 November 2019 | 17:18 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - CEO dan Co-Founder TopKarir, Bayu Janitra Wirjoatmodjo, mengungkapkan, sebanyak 80 persen posisi lowongan pekerjaan yang dibutuhkan oleh perusahaan adalah untuk anak muda. Berdasarkan analisa pihaknya, hal ini terjadi karena masih banyak ditemukan mismatch antara SDM yang dibutuhkan oleh pemberi kerja dengan kualitas SDM pencari kerja khususnya lulusan di tingkat SMK.

"Lulusan SMK dianggap masih kurang memenuhi kebutuhan industri, in term of skill, sehingga perusahaan lebih baik melakukan hijack," ungkap Bayu di Jakarta, Rabu (13/11/2019).

Baca Juga: TopKarir Dukung Pemerintah Atasi Pengangguran

Bayu melanjutkan, berdasarkan temuan tim TopKarir, ada sejumlah hal yang menjadi catatan dalam dunia tenaga kerja di Indonesia, yaitu perusahaan merasa kesulitan mendapatkan tenaga kerja yang mumpuni, baik hard skill maupun soft skill.

"Namun di sisi lain, kalangan pencari kerja khususnya generasi milenial, membutuhkan akses informasi yang cepat, tepat dan jelas tentang kebutuhan karier mereka," tambahnya.

Bayu menjelaskan, dua catatan tersebut menunjukkan bahwa tantangan pengembangan sumber daya manusia di Indonesia semakin kompleks dari hari ke hari. Untuk itu, diperlukan kontribusi dan kerja sama antara pemerintah dan pihak swasta serta seluruh stakeholder lainnya.

"Hal itulah yang menjadi salah satu alasan kami untuk berkomitmen memberikan kontribusi dalam program pemerintah untuk meningkatkan kualitas SDM sekaligus menyediakan akses informasi karier yang cepat dan terpusat bagi anak muda di Indonesia," jelas Bayu.

Menurut Bayu, aplikasi TopKarir memiliki 180.000 pengunduh hanya dalam waktu lima bulan sejak diluncurkan pada April 2019 lalu. Selain itu, TopKarir juga sudah menampung 1,2 juta pencari kerja dan lebih dari 26.500 lowongan per hari. Aplikasi ini  juga menyediakan kanal khusus untuk lulusan SMK.

"Dalam 3 tahun kebelakang, kami telah membantu 13.400 SMK seluruh Indonesia melalui program berdaya yang bekerja sama dengan 8 grup usaha besar di Indonesia. Serta secara rutin melakukan job matching di 50 kota selama 2019,” pungkas Bayu.

 



Sumber: Investor Daily