Social Media Week Jakarta Berhasil Menginspirasi Pengguna Medsos

Social Media Week Jakarta Berhasil Menginspirasi Pengguna Medsos
Bersama Country Industry Head Twitter Indonesia Dwi Adriansah menjelaskan bagaimana kampanye Twitter #JustDoIt bersama Colin Kaepernick mengungkit keadilan sosial. (13/11) (Foto: IST / Jayanty Nada Shofa)
Jayanty Nada Shofa / JNS Sabtu, 16 November 2019 | 14:51 WIB

JAKARTA, Beritasatu.com - Social Media Week (SMW) Jakarta 2019 telah berhasil menginspirasi pengguna media sosial (medsos) untuk membuat konten positif, Jumat. (15/11)

Membuat sebuah konten di medsos baik itu post atau video dapat dilakukan dengan ketukan jari saja. Tetapi, seringkali sulit untuk menghasilkan konten positif. Di acara yang bertemakan Stories: With Great Influence Comes Great Responsibility, 181 pembicara di 95 sesi ini memberikan insight terkait penggunaan medsos -- baik untuk membantu sesama, melawan hoax ataupun memaksimalkan brand bisnis melalui influencer. Antusiasme pun tak pernah surut dengan hadirnya 11.000 peserta selama lima hari (11 hingga 15 November) berlangsungnya acara di The Hall, Senayan City Jakarta.

"Kami berharap publik dapat meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab mereka dalam membagikan konten secara mendidik karena ini (medsos) adalah tanggung jawab bersama," ujar Anthony Liem selaku Chairman SMW dan CEO Merah Cipta Media.

Insight menarik juga disampaikan oleh para pembicara yang berpengaruh di medsos seperti Country Industry Head Twitter Indonesia Dwi Adriansah yang menjelaskan bagaimana kisah-kisah di Twitter dapat membantu sesama. Salah satu kampanye yang dibahas adalah kampanye Nike #JustDoIt bersama atlet Colin Kaepernick yang membahas terkait keadilan sosial. Dengan topik "Living in Social Media Today and Tomorrow", pembawa berita sekaligus Co-Founder NarasiTV Najwa Shihab juga turut berpendapat bagaimana setiap orang dapat menjadi influencer.

"Semua orang mampu untuk memengaruhi orang lain lewat cerita tentang dirinya ataupun cerita orang lain yang dianggap menarik. Dengan adanya semua orang yang bercerita, audiens menjadi bingung untuk membedakan yang mana fakta atau opini. Karena itu, penting bagi seseorang untuk memiliki platform yang lebih besar dan memastikan influencenya menggunakan rasa, akal, bicara kebenaran, bertanggung jawab, dan menjaga kewarasan publik,” ujar Najwa, Kamis (14/11).

SMW juga turut menghadirkan perwakilan dari dua platform yang kini sudah menjadi bagian dari budaya populer bagi kalangan millenials -- 9GAG dan TikTok. Head of Social 9GAG Karen Cheng mengeksplor betapa pentingnya memahami audiens agar tetap relevan di industri ini. Kemudian, TikTok Indonesia Head of Marketing Dina Bhirawa dan Head of Public Policy Donny Eryastha juga menjelaskan bagaimana video-video berdurasi pendek dengan musik dan gestur menarik memberikan nuansa keseruan baru di medsos.

Bersama Socialbakers, SMW juga memberikan penghargaan Socially Devoted Awards kepada brand yang berkomitmen dan interaktif di medsos mereka. Penghargaan Socially Devoted Brands di tahun 2019 jatuh kepada Telkomsel (Facebook) dan Telkom Care (Twitter). Adapun penghargaan Most Engaging Brand diberikan kepada Smartfren (Facebook), Shopee for Men (Instagram), Grab Indonesia (Twitter) dan Samsung Indonesia (Youtube).



Sumber: BeritaSatu.com