Geliat E-Commerce Dorong Ekosistem Pembayaran Digital

Geliat E-Commerce Dorong Ekosistem Pembayaran Digital
Perkembangan e-commerce turut mendorong tumbuhnya ekosistem pembayaran digital. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Sabtu, 23 November 2019 | 18:18 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Selama beberapa tahun terakhir, berbagai platform e-commerce bermunculan di tanah air dan jumlahnya terus tumbuh dengan drastis.

Honeywell Dorong Industri Ritel dan E-Commerce

Bank Indonesia (BI) bahkan menyebutkan bahwa di tahun ini, jumlah transaksi e-commerce per bulannya mencapai Rp 11 triliun hingga Rp 13 triliun.

"Bank Indonesia mendorong kemunculan inovasi pembayaran digital, untuk memudahan masyarakat dalam berbelanja dengan mudah dan aman," kata Pungky Purnomo Wibowo, Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Bank Indonesia di Acara Ngobrol Tempo, di Jakarta, belum lama ini.

Berdasarkan prediksi McKinsey, pertumbuhan e-commerce di Indonesia meningkat delapan kali lipat dari total belanja online senilai US$8 miliar pada 2017 menjadi US$55 miliar hingga US$65 miliar pada 2020.

Kehadiran Marketplace Berikan Manfaat Besar bagi UMKM

Semakin berkembangnya pasar e-commerce ini, turut mengubah gaya hidup masyarakat dalam sistem pembayaran. Hal ini dapat terlihat dari beberapa e-commerce yang paling diminati oleh pengguna seperti Shopee dan Tokopedia, dimana terbukti pembayaran elektronik semakin meningkat saat belanja online.

Data Survey Perilaku Belanja Online 2019 yang dirilis Pusat Data dan Analisa Tempo (PDAT) juga menunjukkan saat ini pembayaran secara elektronik lebih banyak diminati. Walaupun belanja dilakukan secara offline, seperti di pusat perbelanjaan, tetapi sebagian besar (70 persen) responden melakukan pembayaran secara elektronik. Pembayaran elektronik diminati baik oleh laki-laki maupun perempuan dan di semua kelompok usia.

Awareness masyarakat terhadap keberadaan e-commerce pun sudah cukup tinggi. Tingkat awareness kunjungan dan pembelian yang tinggi pada e-commerce telah mendorong pada cara pembayaran secara elektronik,” imbuh Pungky.

95% Anggota Aprindo Sudah Go Digital

Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech), Mercy Simorangkir, mengatakan, kendati Bank Indonesia memberikan perlindungan keamanan data dan kemudahan sistem pembayaran, konsumen tetap harus melakukan keamanan datanya secara pribadi.

“Dua faktor penting untuk meningkatkan optimalisasi sistem pembayaran digital dalam transaksi e-commerce adalah membangun trust dan membangun edukasi dari masyarakat untuk pindah ke cashless,” kata Marcy Simorangkir.

Joshua Dharmawan dari Indonesia E-commerce Association (idEA) melihat masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan untuk melindungi pembeli dan penjual dalam bisnis online.

“Adapun yang kini telah dilakukan oleh regulator adalah batasan bagi setiap akun hanya memiliki tiga nomor telepon. Namun itu saja tidak cukup,” kata Joshua.

Menurut Joshua, keamanan atau perlindungan bagi pelaku bisnis online semakin baik. “Sebab, saat ini internet telah menjadi media yang menarik untuk digunakan masyarakat,” tandas Joshua.



Sumber: BeritaSatu.com