Esri Jalin Kolaborasi dengan Universitas Indonesia

Esri Jalin Kolaborasi dengan Universitas Indonesia
CEO Esri Indonesia, Dr Achmad Istamar, berbicara di acara Geography Days 2019, yang dihelat Program Studi Geografi Universitas Indonesia. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Rabu, 4 Desember 2019 | 18:23 WIB

 Jakarta, Beritasatu.com - Sebagai bagian dari peringatan GIS (Geographic Information System) Day 2019, Esri Indonesia mendukung acara Geography Days 2019 (G-Days 11th) yang diselenggarakan oleh Program Studi Geografi Universitas Indonesia (UI).

Aktivitas Riset Harus Terintegrasi

Acara ini berlangsung sejak 27 November hingga 7 Desember 2019 dengan rangkaian utama yang terdiri dari Seminar Nasional, Olimpiade Geografi Nasional, Lomba Karya Tulis Ilmiah, Kompetisi ISOGIS, Workshop, Bedah Jurusan dan Festival Musik.

"Geografi memegang peranan penting dalam revolusi industri 4.0, yang menjadikan data sebagai poros utama pembangunan,” ujar CEO Esri Indonesia, Dr Achmad Istamar, dalam keterangan persnya, Rabu (4/12/2019).

Istamar mengatakan, di era informasi yang serba cepat ini, teknologi big data spasial dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu implementasi dari kedua teknologi tersebut adalah kebijakan satu peta (one map policy) yang menjadi fondasi bagi pembangunan Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan Revolusi Industri. Selain itu, manajemen data spasial juga diperlukan untuk mitigasi kebencanaan hingga pembangunan wilayah.

Aplikasi Pemetaan Bantu Pemulihan Bencana

"Dengan mengadakan kegiatan bersama Universitas Indonesia, Esri Indonesia berharap bahwa pemahaman masyarakat luas akan teknologi kecerdasan buatan dalam aspek spasial atau Geo AI meningkat. Oleh karena itu, seminar yang diadakan juga diharapkan dapat menjadi forum diskusi yang sehat bagi pihak-pihak dari berbagai disiplin ilmu untuk menemukan solusi atas permasalahan dalam penerapan big data spasial,” tandas Istamar.

Dekan FMIPA UI, Prof Dr rer nat Abdul Haris, menambahkan, berbicara mengenai industri 4.0, tak bisa dipungkiri bahwa teknologi geospasial telah menjadi faktor unggulan.

"Pengelolaan informasi geografi untuk membangun wilayah perlu didukung dengan teknologi mutakhir, pengembangan sumber daya manusia, dan pengabdian kepada masyarakat serta melakukan penelitian ilmiah untuk memberikan solusi dari kegiatan yang ada di masyarakat,” tegas Abdul Haris.



Sumber: BeritaSatu.com