Pembeli Smartphone Lebih Suka Datang ke Gerai

Pembeli Smartphone Lebih Suka Datang ke Gerai
Direktur Utama Las Vegas Mobile Store Herry Ramba dan jajaran manajeman  Las Vegas pada pembukaan pameran Vegas Gadget Vaganza 2019 di Royal Plaza Surabaya. ( Foto: Beritasatu Photo / Amrozi Amenan )
Amrozi Amenan / FER Rabu, 4 Desember 2019 | 21:42 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - Penjualan lewat gerai atau toko saat ini masih menguasai pasar ritel ponsel pintar atau smartphone di Jawa Timur. Kebutuhan masyarakat datang langsung ke gerai di tengah maraknya pasar online telah mendorong pemilik jaringan ritel handphone terus menambah gerai baru.

Menutup 2019, Infinix Rilis S5 Berdesain Punch Hole

Seperti penyedia jaringan ritel handphone, Las Vegas Mobile Store, yang berencana menambah satu gerai atau outlet baru tahun depan untuk melengkapi 17 gerai yang tersebar di sejumlah pusat perbelanjaan di Surabaya seperti Plaza Marina, Pakuwon Trade Center dan Royal Plaza serta kota-kota lain di Jatim.

Direktur Utama Las Vegas Mobile Store, Herry Ramba, mengatakan, saat ini penjualan smarphone atau ponsel pintar melalui toko atau gerai khususnya di kota-kota di Jawa Timur masih cukup unggul kalau dibandingkan dengan penjualan melalui online (marketplace). Kebanyakan pembeli masih suka datang ke toko, karena bisa langsung melihat, memegang serta merasa lebih aman dengan produk yang mau dibelinya dengan harga di kisaran Rp 2,5 juta sampai dengan Rp 3 juta itu.

"Kebutuhan masyarakat yang masih tinggi ini menjadi alasan kami untuk tetap mengembangkan offline. Online untuk cek harga saja tapi rata rata belinya di offline," kata Herry di sela pameran Vegas Gadget Vaganza 2019, di Royal Plaza Surabaya, Rabu (4/12/2019).

Samsung Sediakan Layanan Konsumen 24 Jam

Menurut Herry, saat ini penjualan online di tempatnya hanya tercatat 5 persen, dan selebihnya masih dikuasai penjualan offline. Masih besarnya penguasaan penjualan offline ini sekaligus menepis kekhawatiran bakal tergusurnya penjualan ritel di tengah gencarnya penjualan lewat online. Bahkan, penjualan offline diperkirakan masih akan bertahan dalam sepuluh tahun kedepan.

"Pasalnya, potensi offline yang besar ini kami akan menambah satu outlet baru tahun depan disamping memperkuat layanan penjualan online dengan menggandeng marketplace," ujar Herry.

Herry menjelaskan, kecenderungan pembeli yang datang langsung ke gerai atau toko sebenarnya juga didorong oleh keinginan mereka untuk bisa menikmati pengalaman langsung menggunakan handphone terbaru dari berbagai merek. Selain datang ke toko, pengalaman langsung itu juga diharapkan bisa diperoleh melalui pameran.

"Oleh karena itu, setiap tahun kita gelar pameran gadget dan ini tahun yang ke-10. Pameran ini juga untuk mendekatkan brand kami kepada masyarakat,” katanya.

Dia menargetkan pameran yang berlangsung pada 1-8 Desember 2019 dan didukung 12 brand itu mampu membukukan penjualan sebanyak 1.500 unit, lebih besar dari capaian pameran serupa pada tahun lalu sebanyak 1.300 unit.

"Jelang momen Natal dan Tahun Baru sekarang biasanya masyarakat berbelanja gadget dan itu akan menaikkan penjualan sekitar 10 persen dengan kondisi sekarang ini, apalagi kita juga ada promosi khusus selama bulan Desember ini. Sehingga kami optimistis target itu akan tercapai," pungkas Hery.

 



Sumber: Investor Daily