Datathon LKPP, Mahasiswa STIS Temukan Indikasi Fraud di Pengadaan Pemerintah
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Datathon LKPP, Mahasiswa STIS Temukan Indikasi Fraud di Pengadaan Pemerintah

Minggu, 8 Desember 2019 | 21:44 WIB
Oleh : Fana Suparman / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Mahasiswa Politeknik Statistika STIS Jakarta menemukan adanya indikasi kecurangan dalam pengadaan pemerintah. Indikasi kecurangan ini ditemukan para mahasiswa dengan menggunakan konsep yang biasa digunakan untuk merekomendasikan suatu produk di e-commerce (product basketing). Dengan konsep ini, para mahasiswa STIS Jakarta yang tergabung dalam tim The Detector tersebut menyabet juara pertama dalam kompetisi LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah) Datathon 2019.

The Detector mengalahkan 10 tim lainnya yang mempresentasikan konsep dan gagasan mereka di depan dewan juri yang terdiri dari Patria Susantosa dari LKPP, Pegiat Antikorupsi ICW Sely Martini, dan Gian Giovani, Head of Engineering Tokopedia.

Gian mengungkapkan ketertarikannya dengan konsep yang digunakan The Detector. Dengan menerapkan konsep yang biasa digunakan untuk merekomendasikan suatu produk di e-commerce, The Detector dapat menganalisa pola yang ada dalam data pengadaan pemerintah. Dari hasil analisa tersebut berhasil ditemukan pola relasi antar-penyedia sehingga diketahui adanya indikasi kecurangan atau fraud dalam proses pengadaan pemerintah.

"Ada beberapa (konsep) terkait fraud detection yang keren juga. Kok bisa kepikiran," kata Gian Giovani dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu (8/12/2019) malam.

Juara kedua kompetisi ini diraih oleh Tim Ulul Abab yang juga para Mahasiswa Politeknik STIS Jakarta disusul kemudian Tim Pegasus yang menyabet juara tiga.

Dalam kompetisi Datathon 2019, setiap tim yang beranggotakan dua hingga lima orang diminta menganalisis data pengadaan 2017-2018 selama dua hari pada Sabtu (7/12/2019) hingga Minggu (8/12/2019). Para peserta diperbolehkan memanfaatkan data eksternal lainnya yang bersifat publik.

Di awal kegiatan, para peserta yang berasal dari beragam latar belakang mulai dari kalangan akademik, profesional, penggiat IT hingga komunitas data science dibekali pengetahuan terkait pengadaan barang jasa pemerintah oleh Direktur Penanganan Permasalahan Hukum LKPP, Patria Susantosa. Sementara, Miftahusurur dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Adnan Topan Husodo selaku Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) memaparkan potensi dan indikasi penyelewengan yang sering terjadi dalam pengadaan pemerintah. Peserta juga diberikan kesempatan mentoring dengan tim yang terdiri dari pakar pengadaan pemerintah, pegiat anti korupsi dan pakar analis data.

Ketua LKPP, Roni Dwi Susanto saat menutup rangkaian Datathon 2019 pada Minggu (8/12/2019) mengatakan, analisa terhadap pola atau pattern dalam data pengadaan pemerintah dapat menunjukkan adanya indikasi kecurangan. Untuk itu, Roni DS berharap dengan Datathon ini dapat mendorong transparansi dalam proses pengadaan barang jasa pemerintah dan sekaligus mengajak masyarakat ikut berpartisipasi aktif mengawal proses pengadaan pemerintah.

"Hal itu diperlukan guna mencegah terjadinya korupsi dan penyelewengan lainnya dalam proses pengadaan pemerintah," katanya.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pangkas Birokrasi, Penerapan Teknologi AI Juga Tingkatkan Kinerja ASN

Praktisi dan konsultan teknologi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI), Nazim Machresa

DIGITAL | 8 Desember 2019

KuCoin Gandeng Tokoin Dorong Akselerasi Bisnis UMKM

KuCoin telah memiliki setidaknya 5 juta pengguna aktif dari 100 negara.

DIGITAL | 7 Desember 2019

Dukung Startup Lokal, Telkomsel Investasi Rp 400 Miliar

Telkomsel kini mulai melakukan aktivitas investasi di beberapa startup di Indonesia.

DIGITAL | 7 Desember 2019

Kecerdasan Buatan Berpotensi Tingkatkan Kualitas Hidup Manusia

Hadirnya kecerdasan buatan atau diyakini berpotensi mempermudah dan meningkatkan kualitas hidup manusia.

DIGITAL | 7 Desember 2019

Aplikasi Ritase, Solusi Transportasi untuk Multimoda Digital

Ritase, layanan logistik truk berbasis aplikasi mengembangkan transportasi multimoda memadukan angkutan darat, air, dan udara.

DIGITAL | 6 Desember 2019

Penawaran Seru Belanja Online di Harbolnas 12.12

Keseruan belanja online di Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 12.12.

DIGITAL | 7 Desember 2019

OkeShop Optimistis Penjualan Smartphone Tumbuh 25%

Samsung dan OkeShop membuka new concept Samsung Experience Store di beberapa mal utama di Indonesia.

DIGITAL | 6 Desember 2019

GCR Kampanyekan Peluang Industri IoT di Indonesia

GCR bersama Kementerian Perindustrian akan berpromosi soal Internet of Things (IoT) di ajang Forum Taiwan-Indonesia Kolaborasi Industri 2019 pada 9-10 Desember

DIGITAL | 6 Desember 2019

8 Tip Belanja Daring Aman Tanpa Tertipu Produk Palsu

Agar tidak tertipu dan terhindar dari produk yang palsu, simak tip berbelanja daring berikut ini.

DIGITAL | 6 Desember 2019

Infinix S5 Layar Punch Hole Pertama di Bawah Rp 2 Juta

Infinix S5 merupakan smartphone “Best in Class” dengan layar punch hole 6,6 inch.

DIGITAL | 6 Desember 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS