Menkominfo: Transformasi TV Analog ke Digital Suatu Keniscayaan

Menkominfo: Transformasi TV Analog ke Digital Suatu Keniscayaan
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )
Yustinus Paat / HA Selasa, 10 Desember 2019 | 04:49 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Johnny G Plate mengatakan digitalisasi akan merambah ke berbagai aspek kehidupan manusia. Tak terkecuali, industri penyiaran atau pertelevisian mau tidak mau berhadapan dengan digitalisasi ini.

"Maka pertelevisian, suka atau tidak suka harus bermigrasi, bertransformasi dari analog ke digital," ujar Johnny dalam acara diskusi bersama Forum Pemred di Crowne Plaza, Semanggi, Jakarta, Senin (9/12/2019).

Menurut Johnny, transformasi tersebut tidak bisa dihindari, tetapi harus dihadapi secara bersama-sama oleh lembaga penyiaran. Jika tidak, lembaga penyiaran akan kalah bersaing dan ketinggalan oleh platform atau aplikasi digital.

"Mari kita bekerja sama-sama, kita tidak bisa hindari, itu suatu keniscayaan. Jangan bertengkar sesama kita, nanti kita kalah bersaing," tandas dia.

Johnny menilai persaingan dalam dunia industri penyiaran sekarang bukan lagi antara sesama lembaga penyiaran, tetapi sudah bergeser dengan industri digital seperti aplikasi digital.

"Itu menjadi pesaing luar biasa. Saya khawatir industri penyiaran upload beritanya ke YouTube, karena iklan bergeser ke YouTube. Itu akan berbahaya bagi industri penyiaran," ungkap dia.

Johnny mengimbau lembaga penyiaran agar melihat transformasi dari televisi analog ke televisi digital sebagai kesempatan besar untuk menguasai industri. Menurut dia, kesempatan tersebut harus dimanfaatkan sebaik mungkin karena dibatasi zaman dan teknologi.

"Saya yakin bahwa pada saat kita beranjak ke digital, yang kita bicara adalah kesempatan lebih besar, jangan ragu untuk mendapatkan kesempatan lebih besar, mari kita bekerja sama untuk mendapatkan kesempatan yang lebih besar ini. Kesempatan yang lebih besar bukan taken for granted. Dia juga terbatas oleh zaman dan teknologi," pungkas Johnny.



Sumber: BeritaSatu.com