Blockchain Dorong Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

Blockchain Dorong Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia
CEO Indodax, Oscar Darmawan (kiri), saat menerima penghargaan dari Ketua Asosiasi Big Data dan AI Indonesia (ABDI), Rudi Rusdiah (kanan). (Foto: Beritasatu.com / Istimewa)
Feriawan Hidayat / FER Jumat, 13 Desember 2019 | 11:18 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Indodax, startup Indonesia yang bergerak di bidang aset digital dan blockchain di Asia Tenggara, berhasil mendapatkan tiga penghargaan internasional sekaligus di akhir tahun 2019.

Indonesia Miliki Tiga Faktor Penting Pendukung Blockchain

Prestasi pertama Indodax di tahun 2019 adalah meraih penghargaan Top 10 Exceptional Cryptocurrency Exchanges in Asia, yang diberikan World Blockchain Forum pada acara World Blockchain Award, di Marina Bay Sand, Singapura.

Penghargaan ini diraih Indodax atas perannya sebagai marketplace aset digital terbaik di Asia yang tidak hanya aktif memberikan pelayanan jual-beli aset digital, namun juga dinilai solutif dalam memberikan solusi-solusi terkait penerapan teknologi blockchain di Asia.

Sebagai satu-satunya nominasi asal Indonesia yang berhasil masuk ke daftar tersebut, Indodax harus melewati berbagai persyaratan yang cukup ketat, diantaranya harus menempati peringkat 20 teratas di Asia dalam hal volume perdagangan aset digital (berdasarkan Blockchain Transparency Institute, Coinmarketcap, dan lain-lain), dinilai mampu memelihara unit bisnis dan penyimpanan modal, serta telah melakukan sistem audit yang baik.

Blockchain Buka Peluang Ekonomi Baru

Pencapaian kedua berskala global yang diraih Indodax yaitu menjadi salah satu diantara dua perusahaan asli Indonesia yang berhasil menduduki Top 100 Asia Awards Winners, lewat keberhasilannya masuk dalam kategori financial technology (Fintech), dalam perhelatan yang diselenggarakan oleh Red Herring, perusahaan media global yang giat mempertemukan inovator, investor ventura, dan pemangku kepentingan lainnya.

CEO Red Herring, Alex Vieux, menjelaskan, para pemenang merupakan perwakilan industri Asia yang sangat luar biasa, seolah tidak pernah kehabisan ide dan berhenti memberikan terobosan terbaru dengan penggunaan teknologi yang terbilang sangat canggih.

"Melampaui gebrakan futuristik dan kompetisi yang begitu kuat adalah prestasi bagi para pemenang dan inilah yang kemudian membuat kami begitu sulit untuk menyeleksi," ujar Alex Vieux, seperti dikutip dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, di Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Adapun penghargaan bergengsi ketiga yang diraih Indodax adalah, memboyong penghargaan pada acara DataGovAI Awards 2019 yang berfokus pada upaya pengimplementasian tata kelola data dan perlindungan data masyarakat. Indodax dianggap berhasil dalam penerapan teknologi enkripsi dari blockchain guna meningkatkan data security.

Ketua Asosiasi Big Data dan AI Indonesia (ABDI), Rudi Rusdiah, mengatakan, tahap penilaian dan penyeleksian nominasi DataGovAI Awards 2019 diputuskan oleh ABDI selaku penyelenggara, perwakilan Kekominfo, BPPT, Komite.id, Apeksi, dan Dewan Riset Nasional.

"Sebelumnya, kami telah mengetahui bahwa Indodax adalah platform jual-beli aset kripto dengan volume transaksi dan pendapatan besar di tahun 2019. Kami berharap, Indodax dapat selalu konsisten melindungi privasi data klien dan terus dapat mempertahankan menjadi salah satu pertukaran aset kripto terbaik di Indonesia," kata Rudi Rusdiah.

Sementara itu, CEO Indodax, Oscar Darmawan, mengatakan, pihaknya berterimakasih atas dukungan yang diberikan oleh seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) dan masyarakat luas.

"Kami akan terus berusaha meningkatkan kualitas Indodax sebagai salah satu platform yang melayani jutaan masyarakat di Indonesia untuk transaksi kripto dan token blockchain. Selain itu, Indodax kedepan akan lebih memiliki misi untuk mensinergikan strategi atau unit bisnis dengan hal-hal yang berdampak positif bagi masyarakat," kata Oscar.

Menurut Oscar, Indodax sebagai bagian dari ekosistem digital akan berusaha semakin lebih giat dalam mendorong perekonomian digital, dengan memperluas dan meningkatkan akses finansial bagi masyarakat Indonesia, mengingat saat ini lebih dari 50 persen populasi Indonesia masih belum terjangkau oleh produk perbankan.

"Dengan adanya teknologi blockchain, kami percaya akan mampu menghadirkan cara berinvestasi yang lebih baru, lebih aman, dan menjadi tambahan pendapatan bagi masyarakat Indonesia," pungkas Oscar Darmawan.



Sumber: BeritaSatu.com