Dukung UMKM, Amartha Gelar Diskusi Ekonomi

Dukung UMKM, Amartha Gelar Diskusi Ekonomi
CRSO Amartha Aria Widyanto, Mantan Menteri Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Rudiantara, Staf Ahli Presiden RI & CEO Amartha Andi Taufan, Pengamat Ekonomi Chatib Basri dan Direktur OJK Henrikus Passagi berfoto bersama di sela-sela diskusi yang digelar Amartha di Jakarta, Jumat 13 Desember 2019. ( Foto: dok )
Yudo Dahono / YUD Sabtu, 14 Desember 2019 | 09:19 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) menggelar acara Amartha Impact Talk Vol. 4 dengan tema “Economic Outlook 2020 and The Role of Fintech and Micro Business in Indonesia”.

Acara tersebut menghadirkan pembicara Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia 2014-2019, Rudiantara, Mantan Menteri Keuangan Republik Indonesia 2013-2014, Muhammad Chatib Basri, Staf Khusus Presiden Republik Indonesia dan Pendiri & CEO Amartha, Andi Taufan Garuda Putra dan Chief Risk and Sustainability Officer Amartha, Aria Widyanto di Ballroom 2, The Ritz Carlton Pacific Place, SCBD, Jakarta.

Tema ini diangkat guna meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai peranan penting fintech sebagai solusi pendanaan kepada sektor UMKM yang dapat bertahan atas ancaman resesi ekonomi dunia di 2020.

Staf Khusus Presiden Republik Indonesia dan Pendiri & CEO Amartha, Andi Taufan Garuda Putra, mengatakan menjelang 10 tahun perjalanan Amartha dalam mendampingi UMKM, di 2020 Amartha berkomitmen untuk menjangkau lebih banyak mitra dan memberikan pelayanan keuangan lebih dari sekedar pendanaan.

"Amartha sebagai alternatif investasi berdampak sosial, telah menyalurkan pendanaan Rp 1,7 triliun kepada lebih dari 361 ribu perempuan pengusaha mikro di pedesaan," ujarnya.

Amartha memberikan pendanaan, pelayanan keuangan dan memberdayakan sektor UMKM dan ekonomi informal, yang tidak terlayani dan dijangkau oleh perbankan dan lembaga keuangan formal.

Sementara itu, Muhammad Chatib Basri menyampaikan, dalam menghadapi resesi ekonomi dunia di 2020, salah satu yang dapat mendukung ekonomi Indonesia adalah UMKM dan yang dapat mendukung UMKM adalah Amartha.

"Hadirnya Amartha memungkinkan sumber pendanaan yang lebih terbuka dan demokratis, sehingga menciptakan kesempatan yang lebih besar bagi masyarakat untuk terlibat memajukan pelaku UMKM dengan memberikan pendanaan," ujarnya.

Dari hasil riset Amartha bersama Center for Digital Society (CfDS) Universitas Gadjah Mada di tahun 2019, 94% mitra Amartha (pelaku usaha mikro perempuan) merasa lebih sejahtera setelah bergabung dengan Amartha. Penghasilan mereka yang awalnya hanya sekitar Rp1-2 Juta per bulan naik menjadi Rp 5-10 Juta per bulan.

“76% mitra usaha Amartha mengaku dapat membayar uang sekolah anak dari pendapatan usaha mereka. Usaha mereka semakin meningkat dan berkembang dan turut memberikan lapangan pekerjaan di lingkungan rumahnya," Ujar Chief Risk and Sustainability Officer Amartha, Aria Widyanto.

Selain itu, Rudiantara juga menyampaikan, Amartha memberikan warna baru dalam dunia pendanaan karena selain memberikan keuntungan, juga menciptakan dampak sosial.

“Dengan kelebihan Amartha dalam teknologi, kreativitas dan inovasi telah melahirkan produk yang memberikan kesempatan kepada sektor UMKM untuk berkembang,"lanjutnya.



Sumber: BeritaSatu.com