Proyek USO Perlu Dievaluasi Kembali

Proyek USO Perlu Dievaluasi Kembali
Ilustrasi Menara BTS. ( Foto: Antara / Ahmad Subaidi )
Lona Olavia / WBP Senin, 16 Desember 2019 | 10:20 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) diminta melakukan evaluasi terhadap proyek Universal Service Obligation (USO) yang dikerjakan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti). Diharapkan, lembaga tersebut bisa kembali berfungsi sesuai amanah Undang-Undang No. 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi.

Direktur Indonesia ICT Institute Heru Sutadi menilai, sejak Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI) berubah nama menjadi Bakti, terjadi pergeseran dalam menggelar jaringan telekomunikasi dengan penggunaan dana USO.

BAKTI pun menurutnya seperti terfokus pada penyediaan infrastruktur secara parsial dalam kapasitas besar, namun dengan proses pengadaan yang tidak sesuai kaidah USO. Akibatnya, masyarakat belum bisa menikmati layanan telekomunikasi secara end-to-end.

"Jargon Tol Langit dengan Palapa Ring dan Satelit Indonesia Raya (Satria) yang didengungkan seperti obat mujarab untuk semua masalah jaringan telekomunikasi di Indonesia. Padahal keduanya itu hanya backbone, belum menyentuh backhaul dan last miles alias end to end. Sekarang kabarnya utilisasi Palapa Ring pun rendah, kalau begini kan wajar ada audit ulang," ucap Heru Sutadi di Jakarta, Senin (16/12/2019).

Heru menambahkan, USO adalah kewajiban penyediaan akses dan layanan kepada masyarakat di wilayah USO oleh para operator secara gotong royong. Sementara program yang diusung Bakti adalah menjual jaringan backbone kepada para operator untuk berbisnis di wilayah USO.



Sumber: Suara Pembaruan