App Annie: 98% Generasi Z Sudah Miliki Ponsel Sejak Usia 10 Tahun.

App Annie: 98% Generasi Z Sudah Miliki Ponsel Sejak Usia 10 Tahun.
Ilustrasi Gen Z (Foto: istimewa / Istimewa)
Merdhy Pasaribu / MPA Senin, 16 Desember 2019 | 20:02 WIB

 

Singapura, Beritasatu.com- App Annie, pemimpin dalam data pasar seluler dan analitik, telah merilis laporan tentang Generasi Z– demografi yang sekarang merupakan populasi terbesar di dunia. Ada banyak peluang bagi brand (merek) untuk menggapai Gen Z di banyak kategori, khususnya di bidang keuangan dan belanja, di mana belum ada satu aplikasi yang dikhususkan untuk Gen Z.

Rata-rata, 98% dari generasi ini sudah memiliki smartphone mereka yang pertama pada usia 10 tahun. Sebagai salah satu generasi termuda, Generasi Z diperkirakan akan melampaui generasi milenial sebagai generasi terbesar pada akhir 2019, yang mencakup sekitar 32% dari populasi.

“Kami percaya 2020 akan menandai awal dari dekade mobile. Brand-brand harus bertindak sekarang dan mempersiapkan perjalanan mobile mereka untuk menumbuhkan loyalitas brand dan memaksimalkan nilai profitabilitas pelanggan (customer lifetime value/CLV),” kata Cindy Deng, Managing Director App Annie untuk Asia Pasifik dalam siaran pers, Senin (16/12/2019).

Meskipun ada banyak karakteristik perilaku yang mendefinisikan Gen Z, kata Deng, mereka bukanlah kelompok yang homogen, dan perilaku mobile mereka berbeda berdasarkan pasar.

“Di pasar mobile-first yang mengedepankan mobile di Indonesia, kami menemukan ada peluang di banyak kategori untuk menggapai Gen Z, terutama di bidang keuangan dan belanja, di mana sangat sedikit aplikasi yang berhasil menjangkau pengguna Gen Z yang luas,” ujarnya.

Deng menambahkan aplikasi dalam kategori yang sudah sangat relevan dengan Gen Z, seperti game dan hiburan, dapat menjadi mitra yang sangat baik untuk meningkatkan jangkauan.

Pertumbuhan pengguna aktif Gen Z meningkat lebih cepat daripada pengguna aktif yang lebih tua (berusia 25+) di banyak pasar; perbedaan terbesar terlihat di Indonesia, di mana pengguna aktif Gen Z tumbuh 25% lebih cepat dari pengguna umur 25+. Ini menunjukkan tumbuhnya pengaruh dari Gen Z.

Dengan 7,64 jam dihabiskan untuk bermain game per bulan, pengguna Gen Z Indonesia menempati peringkat 3 tertinggi setelah Jepang (14,76 jam per bulan) dan Korea Selatan (7,81 jam per bulan) di seluruh dunia.

Gen Z menghabiskan lebih sedikit waktu dan melakukan sesi yang lebih sedikit dalam gaming daripada rekan-rekan millenial mereka. Secara khusus, Gen Z dari Indonesia menghabiskan waktu paling sedikit untuk aplikasi game, dengan rata-rata 52 sesi dibandingkan dengan 123 sesi gaming di Jepang, yang merupakan tertinggi.

Peluang: Peluncuran Apple Arcade dan layanan berlangganan Google Play Pass baru-baru ini dapat berfungsi sebagai cara baru untuk mendorong keterlibatan dengan Gen Z. Pendukungan pengembangan kebiasaan permainan mobile akan membantu brand agar sukses di masa depan.

Aplikasi keuangan lebih cenderung digunakan oleh generasi yang lebih tua, sedangkan Gen Z lebih cenderung menggunakan kategori aplikasi seperti hiburan atau gaming.

Saat Gen Z memasuki dunia kerja dan memulai melakukan transaksi perbankan dengan frekuensi yang semakin meningkat, aplikasi perbankan dan keuangan harus menawarkan pengalaman seluler yang mulus untuk menggaet basis konsumen yang berkembang ini.

Dalam hal aplikasi keuangan, gambarannya sangat berbeda dibandingkan dengan aplikasi gaming. Pada aplikasi keuangan, pemain lokal mengambil tempat teratas di kebanyakan pasar, seperti Afterpay di Australia, DANA di Indonesia, Venmo di AS, dan Toss di Korea Selatan.



Sumber: Suara Pembaruan