Jalin Kolaborasi, Authenium dan Agenia Bidik UMKM Indonesia

Jalin Kolaborasi, Authenium dan Agenia Bidik UMKM Indonesia
Ilustrasi Blockchain. (Foto: Beritasatu Photo / Feriawan Hidayat)
Feriawan Hidayat / FER Senin, 30 Desember 2019 | 22:59 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Authenium, platform blockchain dan smart contract berskala massal, serta Agenia, ekosistem pengadaan (procurement) digital, berhasil melakukan transaksi rantai pasok otomatis (supply chain automation) pertama di dunia untuk segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Beberapa mitra telah menggunakan Authenium dan Agenia untuk melakukan transaksi.

Upbit Indonesia Kini Terdaftar di Bappebti

Pewaralaba donat dan kopi Da’im Donuts membeli bahan baku secara digital dari grup agribisnis terkemuka di Asia, Wilmar International Limited. Da’im Donuts dan dua terwaralaba Da’im Donuts lainnya, menjadi saksi kemudahan penggunaan fasilitas pemesanan otomatis untuk produk campuran adonan donat.

Agenia merupakan aplikasi pertama yang menggunakan teknologi smart contract Authenium untuk otomatisasi rantai pasok dalam ekosistem pengadaan digital.

Sementara Da’im Donuts adalah waralaba yang berkembang pesat dengan 207 terwaralaba, 154 barang inventaris, 18 titik distribusi, dan 28.000 pelanggan online di seluruh Indonesia.

"Bisnis kami berkembang pesat tapi hal itu membuat kami pusing. Pembelian bahan dan distribusi produk kepada pembeli langsung dan terwaralaba menjadi sulit untuk ditangani," ungkap pemilik Da'im Donuts, Imam Munasir, seperti dikutip keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Senin (30/12/2019).

Imam menambahkan, Agenia menyediakan kemudahan dalam pengelolaan stok barang dalam waktu singkat. "Pembelian otomatis Agenia memberikan kepastian bagi para terwaralaba untuk mendapatkan bahan yang tepat di waktu yang tepat dengan kesepakatan yang tepat tanpa saya harus terjun langsung melakukannya," tandas Imam.

Authenium dan Agenia

Nexo Buka Peluang UMKM Ajukan Pinjaman

Sistem pengelolaan stok barang terdistribusi milik Agenia dilengkapi dengan smart contract Authenium yang secara otomatis dapat membuat order pembelian, tagihan, order pengantaran, pelacakan, konfirmasi, instruksi pembayaran serta penanganan hutang piutang.

Lalu, persetujuan dalam transaksi dipermudah dengan digital signature sesuai dengan personal identification numbers (PIN), sandi, atau sidik jari pada ponsel pintar. Efisiensi maksimum didapatkan melalui persetujuan otomatis antar aplikasi yang dikendalikan oleh smart contract.

Chief Protocol Architect dari Authenium, Rusmin Dirgantoro, mengatakan, di Agenia setiap jenis aturan pembayaran dan perpajakan bisa disesuaikan dalam smart contract Authenium. Ketika transaksi berhasil dilakukan, setiap pihak dalam rantai pasok akan mendapatkan kompensasi sesuai dengan perhitungan harga, diskon, rabat, dan pajak yang telah ditentukan secara otomatis. Mitra layanan uang elektronik dan payment gateway mengeksekusi transfer dana antar rekening bank atau dompet digital.

Blockchain Dorong Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

"Saat ini paradigma paling elegan dalam melayani transaksi ekonomi skala massal (milyaran pelaku) adalah penggunaan jutaan smart contract yang berkolaborasi secara otomatis dengan protokol yang tepat," ujar Rusmin Dirgantoro.

Indonesia menjadi negara pertama yang ditargetkan Authenium dan Agenia karena merupakan rumah dari 56.5 juta UMKM dan salah satu negara dengan kepadatan UMKM tertinggi di dunia. Dengan pertumbuhan ekonomi rata-rata 5,17 persen pada tahun 2018, UMKM berkembang lebih cepat setinggi 9,3 persen. Pemerintah saat ini juga berkomitmen mengembangkan UMKM menjadi lebih mumpuni dalam hal digital dan mendukung mereka agar dapat dilayani oleh platform pasar online.

"Peluncuran ini menjadi sejarah keberhasilan transaksi blockchain dan smart contract. Kini kalangan UMKM dapat berkolaborasi dalam rantai pasok yang otomatis, lebih efisien, handal, dan aman, dengan biaya yang lebih rendah. Manfaat industrial automation yang tadinya hanya dapat dinikmati oleh perusahaan besar, sekarang dapat dinikmati oleh semua orang," pungkas Rusmin Dirgantoro.



Sumber: BeritaSatu.com