Berawal dari Hobi, Anak Muda Kini Semakin Melirik Seni Digital

Berawal dari Hobi, Anak Muda Kini Semakin Melirik Seni Digital
Andre Surya menjelaskan proses pembuatan efek visual dalam film, Depok, Sabtu (4/1/2020). ( Foto: Beritasatu.com / Jayanty Nada Shofa )
Jayanty Nada Shofa / JNS Sabtu, 4 Januari 2020 | 20:07 WIB

DEPOK, Beritasatu.com - Berawal dari hobi seperti bermain video games, kini anak muda semakin tertarik untuk mengasah keahlian mereka dalam seni digital.

Andre Surya

Bagi Andre Surya, untuk mendalami industri game, seseorang harus memiliki hobi bermain video games terlebih dahulu. 

Dalam produksi games, seni digital terlimpahkan dalam aspek visual seperti animasi 3D maupun FX. Kecanggihan ini dapat dijadikan sebagai salah satu daya tarik bagi para generasi millennial. Walaupun hobi ini tak jarang dikaitkan dengan kecanduan video games, namun tak jarang para penikmat permainan ini tertarik untuk mendalami produksinya.

"Memang banyak kasus di mana terdapat anak-anak yang kecanduan gadget dan games. Tetapi, kini, tidak sedikit dari mereka yang terjun ke bidang produksinya. Hal ini terlihat dari antusiasme dan passion mereka untuk mendalami teknologi layaknya seni digital. Anak-anak yang sebelumnya hanya user kini dapat menjadi producer," ujar Andre Surya selaku pendiri Enspire studio dan Enspire School of Digital Arts usai mengikuti FIKTACULAR 2020 (FIKTI Art Spectacular), di Kampus D Universitas Gunadarma, Depok, Sabtu (04/01/2019).

Adapun Andre sendiri mengalami hal serupa. Berawal dari hobi memodifikasi games di masa kecilnya, ia kemudian tertarik untuk belajar autodidak hingga menjadi animator untuk berbagai games maupun film ternama seperti Iron Man.

ESDA

Andre Surya memperlihatkan salah satu karya peserta didiknya di ESDA.

Ia pun menambahkan, dengan adanya teknologi berupa tools yang semakin canggih maupun kemudahan mendapatkan informasi baik Google ataupun adanya sekolah seni digital kini semakin memudahkan bagi para anak muda yang tertarik untuk mengasah keahlian mereka.

"Dengan terasahnya kompetensi mereka ini, kita juga akan melihat semakin banyak karya anak bangsa. Saat ini, sudah banyak mobile games yang buatan anak Indonesia. Kreatifitas mereka juga sudah hadir di console seperti Legrand Legacy yang merupakan role-playing game (RPG) buatan Indonesia. Kami juga membantu cinematicnya yang berlangsung selama 11 menit," tambah Andre.

FIKTACULAR 2020

Para pembicara FIKTACULAR 2020 di Universitas Gunadarma, Sabtu (4/1/2020).

Adapun seminar FIKTACULAR diselenggarakan oleh BEM Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (FIKTI) Universitas Gunadarma. Dengan tema “Korelasi Digital Art sebagai Perkembangan Teknologi di Masa Kini”, acara ini diikuti oleh kalangan mahasiswa yang tengah mendalami seni digital dalam studinya.



Sumber: BeritaSatu.com