Bangun Infrastruktur TIK dengan Pola Pendanaan yang Tepat

Bangun Infrastruktur TIK dengan Pola Pendanaan yang Tepat
Teuku Riefky Harsya ( Foto: Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao )
Yustinus Paat / MPA Senin, 6 Januari 2020 | 16:15 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Komisi I DPR Teuku Riefky Harsya mengingatkan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) soal pengelolaan anggaran. Riefky berharap agar Bakti memiliki perencanaan yang matang dalam membangun infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di Indonesia.

“Dalam berbagai kesempatan, Komisi I DPR RI mengingatkan Bakti untuk membuat perencanaan pembangunan infrastruktur TIK dengan pola pendanaan yang tepat,” kata Riefky kepada wartawan, Senin (6/1/2020)

Bakti Kominfo dikabarkan tidak memiliki cukup dana untuk membangun jaringan backhaul dan akses pasca menyelesaikan backbone Palapa Ring. Di sisi lain, Bakti tidak dimungkinkan meminta tambahan iuran ke operator yang kabarnya saat ini juga tertekan. Anggaran Bakti dikabarkan hanya cukup untuk membayar beban rutin yang ada.

Dana Bakti, kata Riefky, berasal dari kontribusi KPU/USO penyelenggara telekomunikasi yang besarnya 1,25% dari pendapatan kotor tahunan penyelenggara telekomunikasi.

"Padahal Bakti memiliki sejumlah program antara lain, Palapa Ring yang sudah selesai pengerjaannya namun belum terutilisasi, pembangunan BTS, penyediaan akses internet dan penyiapan satelit multi fungsi bernama Satria," ungkap dia.

Menurut Riefky, dalam berbagai kesempatan RDP Komisi I DPR RI dengan Bakti, sebagai pelaksanaan fungsi pengawasan yang dilakukan Komisi I DPR RI terhadap mitra kerjanya, telah dijelaskan bagaimana sumber pembiayaan Bakti dan pola kerja sama yang dilakukan terkait pembangunan infrastruktur TIK. Perlu dicermati bersama agar pembiayaan program Bakti jangan sampai nantinya malah membebani APBN.

“Kontribusi USO Indonesia ditempatkan sebagai driver pembangunan infrastruktur telekomunikasi di wilayah nonfeasible mengingat hanya 0,02% dari PDB Nasional,” terang dia.

Sejauh ini, Komisi I DPR secara berkala telah melakukan RDP dengan Bakti untuk mengawasi kinerja Bakti dan akan mengevaluasi program Bakti secara berkala, khususnya yang membutuhkan anggaran besar seperti Satria.

”Bila nantinya ada hal-hal yang sekiranya kurang pas, maka kami akan mengklarifikasi hal tersebut dalam forum rapat di Komisi I DPR RI,” pungkas dia



Sumber: Suara Pembaruan