Aset Kripto, Pilihan Investasi Terbaik Selama Setahun Terakhir

Aset Kripto, Pilihan Investasi Terbaik Selama Setahun Terakhir
Munculnya sentimen positif secara berkelanjutan, membuat nilai perdagangan bitcoin dan aset kripto kembali melejit. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Kamis, 9 Januari 2020 | 15:12 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Aset kripto tetap memiliki nilai kapitalisasi yang cukup fenomenal dan termasuk salah satu paling tinggi dibandingkan berbagai pilihan investasi lainnya, dalam kurun waktu satu tahun terakhir.

Baca: Harga Bitcoin Diprediksi Akan Meningkat

Menurut data setahun terakhir, performa aset kripto selama tahun 2018-2019 dianggap lebih baik dari aset tradisional seperti saham, obligasi, komoditas.

Melihat stabilitas harga selama satu tahun belakang, bitcoin mengalami kenaikan 80,09 persen dalam setahun terakhir. Sementara, IHSG, emas, dan obligasi berturut-turut berkisar pada angka 2,28 persen, 14,84 persen, dan 13,15 persen.

Mulai dari bulan Maret hingga akhir tahun 2019, dengan bermunculannya sentimen-sentimen positif secara berkelanjutan, membuat nilai perdagangan bitcoin dan aset kripto kembali melejit.

CEO Indodax, Oscar Darmawan, menjelaskan, aset kripto dan teknologi blockchain kini semakin dikenal dan digemari oleh masyarakat karena berbagai inovasi yang dibawanya.

Baca: Triv Permudah Transaksi Bitcoin dengan Dompet Digital

"Hal ini dapat dilihat seiring banyaknya instansi yang mulai membangun teknologi blockchain untuk mendukung transparansi kepada publik, hingga munculnya dukungan pemerintah dari berbagai negara di dunia, berupa peraturan-peraturan yang terus memberikan ruang inovasi bagi masyarakat di bidang ini," ujar Oscar Darmawan kepada Beritasatu.com, Kamis (9/1/2020).

Di sisi lain, lanjut Oscar, pihaknya melihat kalangan investor saat ini sudah lebih dewasa sehingga mereka lebih skeptis terhadap rumor atau berita miring yang beredar tanpa dasar.

"Investor kini tidak lagi menganggap aset kripto sebagai hal yang menyeramkan karena mereka mulai menyadari kalau kripto sebagaimana halnya emas memiliki nilai atas fisik digitalnya. Bahkan, kalangan anak muda justru melihat hal ini sebagai peluang besar untuk berspekulasi atas kripto yang perharinya bisa naik turun lebih dari 10 persen,” ungkap Oscar Darmawan.

Oscar berkeyakinan, pasar kripto akan terus mengalami pertumbuhan stabilitas yang semakin membaik dari tahun-tahun sebelumnya khususnya sekarang bursa kripto mulai diatur di bawah Bappebti.

Baca: Sebulan Dirilis, Volume Dagang Bursa Kripto Zipmex Rp 67 M

"Hadirnya kebijakan pelonggaran moneter (dovish) oleh sebagian bank sentral dunia dalam upaya pengentasan perang dagang Tiongkok-Amerika dan berkurangnya supply bitcoin akibat Halving Day 2020 tentu saja akan membuat demand terhadap bitcoin semakin meningkat," jelas Oscar Darmawan.

Sementara itu, lanjut Oscar, supply di pasar tidak bisa mengimbangi permintaan bitcoin tersebut. "Akibatnya, pengguna akan kembali melihat bitcoin sebagai investasi aset bernilai tinggi di jangka panjang yang kemudian diikuti dengan tumbuhnya ekosistem trading bitcoin dan aset kripto lainnya," papar Oscar Darmawan.

Menurut Oscar, faktor lain yang perlu disorot adalah fungsi dari bitcoin sebagai safe haven asset class sebagaimana emas yang membuat pada saat terjadi suatu krisis, menjadi komoditas paling dicari.

"Contohnya, fenomena memanasnya hubungan Iran dengan AS, membuat harga bitcoin di Iran naik hingga US$ 25.000 per satu bitcoin, dikarenakan warga Iran ketakutan untuk menyelamatkan kekayaannya apabila terjadi perang. Hal ini sama halnya dengan perseturuan AS-Korut tahun lalu, yang juga ikut mendorong kenaikan harga bitcoin," pungkas Oscar Darmawan.



Sumber: BeritaSatu.com