TMC, Upaya Intervensi Awan dengan Sentuhan Teknologi
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

TMC, Upaya Intervensi Awan dengan Sentuhan Teknologi

Sabtu, 11 Januari 2020 | 09:58 WIB
Oleh : Ari Supriyanti Rikin / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Lebih dari 10 tahun terakhir, teknologi modifikasi cuaca (TMC) membuat publik membuka mata betapa berharga penemuan teknologi ini di tengah ketidakpastian iklim dan cuaca.

TMC adalah usaha campur tangan manusia dalam pengendalian sumber daya air (SDA) di atmosfer untuk menambah atau mengurangi curah hujan pada daerah tertentu guna meminimalkan bencana alam yang disebabkan iklim dengan memanfaatkan parameter cuaca.

Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Tri Handoko Seto mengatakan, TMC adalah suatu bentuk upaya manusia memodifikasi cuaca dengan tujuan tertentu agar mendapatkan kondisi cuaca seperti yang diinginkan. "Disebut sebagai suatu teknologi karena aktivitas memodifikasi cuaca pada dasarnya merupakan suatu aplikasi yang memerlukan sentuhan teknologi dalam prosesnya," kata Tri Handoko Seto di Jakarta, Sabtu (11/1/2020).

Hasil akhir upaya memodifikasi cuaca tersebut untuk meningkatkan intensitas curah hujan di suatu tempat (rain enhancement). Meski untuk tujuan tertentu dapat juga dikondisikan sebaliknya, yaitu untuk menurunkan intensitas curah hujan di suatu lokasi tertentu (rain reduction).

Dalam konteks pemanasan global (global warming) yang mengakibatkan perubahan iklim (climate change), TMC menjadi solusi yang diandalkan untuk mereduksi kerugian yang ditimbulkan bencana.

Tidak hanya di Indonesia, banyak negara di dunia memanfaatkan teknologi ini untuk mitigasi bencana. Di negara barat, khususnya di negara pada daerah lintang tinggi, aktivitas modifikasi cuaca bertujuan mereduksi badai es (hail suppression).

Seto menjelaskan, di Indonesia sejarah TMC dimulai di tahun 1977 atas gagasan mantan Presiden Soeharto yang menginginkan hujan buatan untuk mendukung sektor pertanian di Indonesia.

"Beliau ingin mencontoh keberhasilan sektor pertanian di Thailand, salah satu negara tetangga Indonesia, yang melakukan aktivitas hujan buatan untuk mendukung kebutuhan air untuk sektor pertaniannya," ucap Tri Handoko Seto.

Gagasan tersebut direspon BJ Habibie yang saat itu menjabat selaku Penasihat Presiden Bidang Teknologi dengan melakukan proyek percobaan hujan buatan pada tahun 1977 di Bogor, Sukabumi dan Solo di bawah asistensi Prof Devakul dari Royal Rainmaking Thailand.

Awalnya pada periode tahun 1976-1978 hujan buatan masih berada di Direktorat Agronomi Divisi Advanced Technology Pertamina dan kegiatannya masih bersifat percobaan. Hingga saat ini TMC berada di bawah Balai Besar TMC BPPT.

Seto mengungkapkan, jumlah kegiatan TMC di Indonesia dari tahun 1979- Desember 2018 sudah banyak dengan berbagai tujuan. Untuk mengairi irigasi TMC sudah dilakukan 36 kali, Pembangkit listrik tenaga air (PLTA) 44, irigasi dan PLTA 24, kebakaran hutan dan lahan 40, mitigasi banjir 5, pengurangan curah hujan di area tambang dan proyek 2, acara kenegaraan dan pengamanan infrastruktur nasional 11 kali. Termasuk saat itu pengamanan Asian Games 2018 dimana Indonesia menjadi tuan rumahnya.

Bahkan jauh sebelumnya, TMC telah dimanfaatkan untuk mitigasi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sejak tahun 1997/1998. Saat itu karhutla hebat juga terjadi di Indonesia. Selain itu di tahun 2013, TMC juga membantu upaya redistribusi hujan saat banjir melanda ibu kota di awal tahun.

Seto menambahkan, pascakarhutla 2015, TMC juga intens berperan dalam penanganan dan pencegahan karhutla. Tahun 2019 operasi TMC dilakukan untuk penanggulangan karhutla serentak di lima provinsi.

Meski dalam kondisi kemarau, BBTMC BPPT mencatat hasil operasi TMC mampu menggelontorkan air hujan dalam jumlah banyak. Total curah hujan di Kalimantan Tengah sebanyak 1,39 miliar meter kubik, Kalimantan Barat 1,9 miliar meter kubik, Provinsi Riau dan Jambi 1,56 miliar meter kubik, Sumatera Selatan dan Jambi 436 juta meter kubik.

Intervensi Awan
Kepala Bidang Penerapan TMC Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca BPPT Budi Harsoyo menjelaskan, pada prinsipnya, TMC bukan proses membuat hujan. Jadi, istilah hujan buatan yang banyak digunakan atau dikenal oleh masyarakat sebenarnya kurang tepat, karena Balai Besar TMC tidak membuat hujan.

"Yang benar, kami hanya memodifikasi cuaca. Kami hanya memberikan perlakuan, mengintervensi proses fisika di sistem awan untuk tujuan tertentu, tergantung kebutuhannya. Menambah, atau mengurangi intensitas curah hujan," kata Budi Harsoyo.

Ia menjelaskan, syarat pelaksanaan TMC adalah harus ada awan potensial untuk disemai. Ketika tidak ada awan, tim TMC tidak bisa melakukan apa-apa. Dalam kondisi kemarau yang benar-benar tidak ada potensi awan hujan, mau dipaksakan seperti apa pun tim tetap tidak bisa berbuat banyak.

"Jadi, proses TMC prinsipnya adalah memberikan intervensi terhadap proses fisika di awan, dengan cara menambahkan partikel higroskopis (bahan semai) yang berfungsi sebagai inti kondensasi di dalam awan," papar Budi Harsoyo.

Menurut Budi, awan terbentuk atas kumpulan butir-butir air, yang kemudian tercampur dengan debu-debu di atmosfer yang namanya aerosol sumbernya bisa dari garam-garam penguapan air laut, polutan pabrik, kendaraan bermotor, dan lainya.

Aerosol alami inilah yang berfungsi sebagai inti kondensasi yang memicu terjadinya hujan secara alami. Butir-butir air (zat cair) di dalam awan bertemu dengan aerosol sebagai inti kondensasi (zat padat), terjadilah proses tumbukan dan penggabungan di dalam awan.

Kemudian, butir-butir air yang bertemu dengan aerosol saling bertumbukan dan dan kemudian bergabung satu sama lain, makin besar butirannya hingga massa jenisnya lebih berat dan akhirnya jatuh menjadi hujan. "Bahan semai yang kita injeksikan biasanya pakai powder berupa garam NaCl, atau dalam bentuk flare berfungsi untuk menambah inti kondensasi atau aerosol itu tadi, sehingga proses hujan bisa dipercepat," ungkap Budi Harsoyo.

TMC menggunakan bahan semai garam (NaCL). Menurutnya bahan ini adalah garam biasa, kemudian diolah di pabrik dengan ditambahkan bahan anti gumpal dan diperhalus ukurannya hingga berukuran sekitar 50 mikron. Dengan perlakuan itu, bentuk garam sangat halus, persis seperti bedak (powder).

Terkait pelaksanaan TMC untuk redistribusi curah hujan di Jakarta saat ini, dimaksudkan untuk mencegah curah hujan masuk ke Jabotadebek sehingga hujan sudah jatuh lebih awal di laut. Dari pengamatan tim, hujan banyak terjadi di sekitar Selat Sunda atau utara laut di utara Jakarta. Upaya ini dilakukan untuk mencegah banjir besar terulang seperti 1 Januari 2020, mengingat potensi curah hujan masih tinggi dan puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada Februari.

Dalam pelaksanaan TMC untuk redistrubusi hujan di Jakarta, BPPT dibantu Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika dan TNI Angkatan Udara yang menyediakan armada pesawat.

BPPT saat ini lanjutnya, hanya memiliki dua pesawat untuk pelaksanaan TMC. Satu pesawat jenis Casa 212-200 berbasis bahan semai powder dan satu jenis piper chayenne untuk membawa bahan penyemai berbasis bahan flare yang juga berbahan garam.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan


BERITA LAINNYA

Kemhan Lithuania Anjurkan Ponsel Xiaomi dan Huawei Dibuang Saja

Kementerian Pertahanan Lithuania telah menganjurkan ponsel Xiaomi dibuang saja dan calon konsumen tidak membeli yang ponsel Tiongkok yang baru.

DIGITAL | 22 September 2021

Sejak 2016, Facebook Habiskan Rp 185 Triliun untuk Keselamatan dan Keamanan

Facebook menyatakan perusahaan telah menginvestasikan lebih dari US$13 miliar (Rp 1855 triliun) dalam langkah-langkah keselamatan dan keamanan sejak 2016.

DIGITAL | 22 September 2021

P2P Julo Kini Dilengkapi Berbagai Fitur Bagi Pengguna

Julo Teknologi Finansial meluncurkan kredit digital dengan berbagai fitur transaksi meliputi kelengkapan transaksi cash dan non-cash.

DIGITAL | 22 September 2021

Bebek Kaleyo Hadirkan Situs Layanan Pesan Antar

Rumah makan Bebek Kaleyo terus berinovasi demi keamanan dan kepuasan pelanggan.

DIGITAL | 22 September 2021

Anak Usaha Telkom Boyong AirConsole ke Indonesia

Melon Indonesia yang merupakan anak perusahaan Telkom, resmi mengumumkan kerja sama dengan AirConsole untuk memberikan experience gaming terbaru.

DIGITAL | 22 September 2021

Teknologi ZTNA akan Geser VPN

Pada 2024, setidaknya 40% akses ke jaringan perusahaan akan didominasi oleh ZTNA di mana pada 2020 saja sudah terjadi peningkatan pesat dari 5%.

DIGITAL | 22 September 2021

TikTok Versi Tiongkok Batasi Durasi Main Anak hingga 40 Menit Per Hari

TikTok versi Tiongkok memperkenalkan "mode remaja". Mode ini akan membatasi jumlah waktu yang dihabiskan anak di bawah usia 14 tahun hingga 40 menit per hari

DIGITAL | 21 September 2021

Penguatan Strategi Berbasis Digital Jadi Modal Ketangguhan Bisnis Masa Depan

Kelak, penguatan strategi berbasis digital akan menjadi modal ketangguhan bisnis pada masa depan.

DIGITAL | 21 September 2021

Lewat OMNIX, Infomedia Bantu Perusahaan Kelola Fungsi CRM

PT Infomedia Nusantara (Infomedia) anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk yang bergerak di business process outsourcing (BPO) resmi meluncurkan OMNIX.

DIGITAL | 21 September 2021

Smart Home System Berikan Kualitas Hidup yang Lebih Baik

Smart home system yang dapat membuat kita lebih mudah dalam mengontrol setiap elemen penting di rumah.

DIGITAL | 21 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Napoleon Bonaparte


# Anies Baswedan


# PPKM


# Bangga Buatan Indonesia



TERKINI
PAHO Pilih Argentina dan Brasil untuk Kembangkan Vaksin Covid-19

PAHO Pilih Argentina dan Brasil untuk Kembangkan Vaksin Covid-19

DUNIA | 11 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings