Hasil Survei Ipsos

Masyarakat Indonesia Semakin Terbiasa Gunakan Dompet Digital

Masyarakat Indonesia Semakin Terbiasa Gunakan Dompet Digital
Kiri ke kanan: Marketing Director Linkaja, Edward Kilian Suwignyo, Managing Director Ipsos Market Research, Soeprapto Tan, dan Pengamat ekonomi, Yustinus Prastowo. (Foto: Beritasatu Photo / Istimewa)
Feriawan Hidayat / FER Kamis, 16 Januari 2020 | 22:59 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - OVO dan Gopay merupakan aplikasi dompet digital yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia.

Hal itu berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Ipsos Indonesia, perusahaan riset pemasaran independen, kepada 1.000 responden yang bermukim di pulau Jawa (66 persen), Sumatra (21 persen), Kalimantan (6 persen), Sulawesi (4 persen), Bali (4 persen) dan Nusa Tenggara (1 persen).

Managing Director Ipsos Indonesia, Soeprapto Tan, mengatakan, hasil studi ini menunjukkan bahwa konsumen tidak hanya menggunakan satu jenis dompet digital karena hanya sebanyak 21 persen. Sementara, 28 persen menggunakan dua jenis dan 47 persen menggunakan tiga jenis atau lebih.

"Adapun dompet digital yang paling banyak digunakan adalah OVO dan Gopay,” ujar Soeprapto Tan dalam keterangan persnya, di Jakarta, Kamis (16/1/2020).

Soeprapto Tan menambahkan, penelitian juga mengungkapkan pola kebiasaan masyarakat dalam menggunakan kartu non tunai, terungkap e-Money dan Flazz merupakan kartu yang paling sering digunakan dalam bertransaksi.

"Sebanyak 47 persen responden hanya memiliki satu kartu, 30 persen memiliki dua kartu dan 23 persen memiliki tiga atau lebih kartu non tunai,” jelasnya.

Penggunaan non tunai, kata Soeprapto Tan, dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan berbagai transaksi keuangan seperti berbelanja online, membayar tagihan listrik, membayar makanan di restoran, membayar penggunaan alat transportasi, menonton bioskop dan berbagai layanan perbankan digital.

Dalam studi ini terungkap beberapa segmen karakter konsumen dalam menggunakan alat pembayaran non tunai yakni konsumen yang tidak takut akan pembayaran non tunai (reassure), konsumen yang menikmati pembayaran non tunai dan memperkaya hidup (encourage) serta konsumen yang beranggapan bahwa pembayaran non tunai adalah hal baru yang mengikuti perkembangan zaman (inspire).

"Dari hasil studi tersebut terlihat bahwa masyarakat kita saat ini sudah mulai terbiasa dengan pembayaran non tunai dalam kehidupan mereka sehari-harinya,” tutup Soeprapto Tan.



Sumber: BeritaSatu.com