Peluncuran Satelit Satria Ditargetkan Akhir 2022

Peluncuran Satelit Satria Ditargetkan Akhir 2022
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G PlateĀ  pada acara dialog dengan pimpinan media di Jakarta, Senin (9/12/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )
Hotman Siregar / FER Rabu, 5 Februari 2020 | 17:06 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate mengatakan, financial closing Satelit Republik Indonesia (Satria) ditargetkan rampung pada kuartal pertama 2020. Walaupun masih mencari pendanaan, ditargetkan pada kuartal keempat tahun 2022 setelit Satria sudah bisa diluncurkan.

Setelah Satria, BAKTI Siapkan Dua Satelit Baru

"Kita targetkan financial closing dapat dilakukan kuartal pertama 2020. Satelit Satria diharapkan dapat dioperasikan kuartal keempat 2022," ujar Johnny dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR di kompleks parlemen, Senayan Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Diketahui, proyek Satelit Satria dimenangkan Konsorsium Pasifik Satelit Nusantara (PSN) yang kemudian membentuk PT Satelit Nusantara Tiga sebagai perusahaan yang mengoperasikan satelit pemerintah tersebut.

Adapun PT Satelit Nusantara Tiga ini dimiliki PT Pintar Nusantara Sejahtera, PT Pasifik Satelit Nusantara, PT Dian Semesta Sentosa, dan PT Nusantara Satelit Sejahtera, yang semuanya tergabung dalam konsorsium PSN.

Satelit Satria Dorong Perekonomian Nasional

"Saat ini melakukan pembicaraan dengan penyedia satelit. Hingga saat ini financial closing sedang dilakukan karena sindikasi pembiayaannya kompleks yang melibatkan berbagai negara," ucap Johnny G Plate.

PT Satelit Nusantara Tiga telah menunjuk Thales Alenia Space sebagai manufaktur satelit berjenis Very High Throughput Satellite (VHTS) dan akan memakai roket dari SpaceX, yakni Falcon 9 yang akan mengangkut Satria ke slot orbit 146 derajat Bujur Timur.

Satelit Satria mempunyai kapasitas lebih dari 150 Gbps ini yang akan dimanfaatkan pemerintah untuk menyebarkan akses internet ke berbagai wilayah Indonesia, khususnya daerah pelosok.

Satelit ini, punya peran menghubungkan lebih dari 150.000 titik di Tanah Air untuk memberikan layanan internet yang dipakai kebutuhan pendidikan, kesehatan, administrasi, pemerintah daerah, pertahanan dan keamanan.



Sumber: Suara Pembaruan