Coding Bee Academy Perluas Jaringan ke Surabaya

Coding Bee Academy Perluas Jaringan ke Surabaya
Co-founder Coding Bee Academy, Eko Haripin dan Catherine Alimsyah, bersama partner Coding Bee Academy Surabaya, Husen Halim, pada pembukaan Coding Bee Academy Cabang Surabaya, Sabtu (15/2/2020). ( Foto: Beritasatu Photo / Amrozi Amenan )
Amrozi Amenan / FER Sabtu, 15 Februari 2020 | 23:52 WIB


Surabaya, Beritasatu.com - Coding Bee Academy, sekolah coding untuk anak-anak, memperluas jaringannya ke wilayah Indonesia Timur, dengan membuka cabang pertamanya di Surabaya.

Indonesia Kekurangan Ahli Coding

Co-founder Coding Bee Academy, Eko Haripin, mengatakan berbagai apikasi digital di era industri 4.0 menuntut generasi muda untuk memperkaya diri dengan keahlian di bidang literasi digital. Salah satunya, dengan memperluas akses pembelajaran computer science yang bisa diterapkan sejak usia dini. Coding atau pemrogaman menjadi bagian yang tak terpisahkan dari pembelajaran computer science tersebut.

"Belajar coding itu sebenarnya membuat software atau piranti lunak yang dapat membantu banyak pekerjaan di era digital ini. Dengan belajar coding, anak-anak bisa mengendalikan komputer dalam berbagai bentuk mulai smartphone sampai laptop atau internet serta aplikasi digital untuk berbagai solusi," kata Eko di sela pembukaan Coding Bee Academy di Surabaya, Sabtu (15/2/2020).

Coding Bee Academy

Eko mengatakan, kemampuan membuat program akan menunjang karier di masa depan. Mempelajari coding juga memperkuat kinerja akademik dan memungkinkan anak anda memperoleh kemampuan non-akademik (soft skill) seperti ketekunan dan keterampilan berorganisasi.Tak heran, banyak orang tua di Surabaya menyadari pentingnya pembelajaran pemrogaman itu bagi anak-anaknya.

Indonesa Gandeng Prancis Dirikan Sekolah Coding

"Kebutuhan inilah yang menjadi alasan kita untuk membuka cabang pertama Coding Bee Academy di Surabaya. Harapannya, anak-anak tidak lagi menjadi konsumen teknologi melainkan menjadi pencipta teknologi, bisa berkreasi menciptakan aplikasi sendiri,” kata Eko.

Menurut Eko, berbagai aplikasi digital, misalnya game, yang telah melekat dalam keseharian anak-anak telah mendorong untuk mempelajari lebih lanjut tentang pemrogman.

"Animo yang tinggi itu tercermin dari jumlah anak didik berusia 15 tahun hingga 17 tahun yang mendaftar sebanyak 30 anak di awal pembukaan Coding Bee Academy. Kami optimistis sepanjang tahun ini kita bisa menjaring anak didik hingga 150 murid,” tandas Eko.



Sumber: BeritaSatu.com