JALA.ai, Aplikasi Pengukur Kinerja Sales Officer

JALA.ai, Aplikasi Pengukur Kinerja Sales Officer
CMO JALA.ai, Guntur Kusuma Ardhy dan CEO JALA.ai Mirfagah Iqbal memperkenalkan aplikasi JALA.ai, di Jakarta, Selasa (18/2/2020). ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Selasa, 18 Februari 2020 | 21:38 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - CEO JALA.ai, Mirfagah Iqbal, mengatakan, industri yang memiliki produk dengan harga jual tinggi (high ticket item) mempunyai tantangan yang besar, yaitu bagaimana memantau dan mengukur kinerja sales officer hingga mengetahui channel penjualan mana yang paling efektif.

Youtap Fasilitasi UMKM Manfaatkan Platform Digital

"Sejak tahun 2019, kami melihat ada beberapa perusahaan kesulitan mengetahui kinerja sales officer dalam follow up sejumlah prospek. Hal ini berdampak pada penjualan yang stagnan bahkan cenderung menurun. Dari sana, kami kembangkan JALA.ai sebagai solusi. Hasilnya cukup mengejutkan, di industri properti misalnya kami berhasil memberikan dampak pada peningkatan penjualan," kata Mirfagah Iqbal kepada Beritasatu.com, di Jakarta, Selasa (18/2/2020).

Pria yang akrab disapa Aga ini mengakui, JALA.ai hanya sebagai alat bantu. Sinergi antara JALA.ai dan penggunanya adalah kunci keberhasilan dalam meningkatkan penjualan.

"Integrasi database prospek dari online dan offline ke dalam satu aplikasi sangat dirasakan membantu sales officer. Proses digitalisasi data, mampu memudahkan konversi prospek menjadi pelanggan," jelas Aga.

Lebih lanjut, Aga mengatakan, kekuatan JALA.ai lainnya adalah mampu menunjukkan channel atau saluran marketing mana yang paling efektif menghasilkan penjualan. Pasalnya, JALA.ai mampu membandingkan saluran marketing baik online maupun offline marketing.

UNY Terapkan Bayar Kuliah Pakai OVO di Tokopedia

Adapun teknologi yang digunakan adalah JALA.ai Pixel, yang merupakan semacam tracking tools. Di ranah online, teknologi tersebut bekerja sama dengan Pixel yang dimiliki oleh Facebook, Instagram dan juga Google.

"Aplikasi yang digunakan oleh sales officer itu kami sebut JALA Assistant. Salah satu fitur unggulannya adalah penyaluran data prospek secara realtime dari online marketing. Jadi, iklan yang dijalankan di online yang bertujuan mencari data prospek, akan langsung masuk smartphone sales officer atau push notification," jelasnya.

Sebagai pemain baru di dunia startup, Aga mengakui JALA.ai baru memasuki tahap seed funding. Namun, di tahun ini pihaknya mencanangkan target untuk mendapatkan investor baru. "Kami sedang proses dengan investor dari luar. Namun, kami juga perlu memilih mana yang paling sesuai dengan visi kami ke depan," tandas Aga.

Sementara itu, CMO JALA.ai, Guntur Kusuma Ardhy, menambahkan, JALA.ai berencana melakukan penetrasi ke sejumlah negara lain.

"Walaupun JALA.ai pemain lokal, namun kami mempunyai  mimpi tidak hanya berhenti di pasar Indonesia saja. Setelah ini, kami menargetkan pasar Asia Tenggara. Aspek ini yang kami pertimbangkan dengan calon investor," kata Guntur.



Sumber: BeritaSatu.com