Indodax Optimistis Raih Target 2 Juta Member

Indodax Optimistis Raih Target 2 Juta Member
CEO Indodax, Oscar Darmawan, saat menerima penghargaan The Best Startup Marketplace Asset Crypto dalam ajangDunia Fintech Award 2020. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Ridho Syukro / FER Selasa, 25 Februari 2020 | 18:27 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Indodax berhasil meraih penghargaan The Best Startup Marketplace Asset Crypto dalam ajang Dunia Fintech Award 2020. Penghargaan tersebut, menambah panjang catatan prestasi Indodax sebagai perusahaan berpengalaman dalam bidang aset kripto dan blockchain.

Baca Juga: 2020 Diproyeksikan Jadi Momentum Aset Kripto

CEO Indodax, Oscar Darmawan, menyatakan, raihan penghargaan tersebut membuat pihaknya semakin optimistis terhadap kinerja perusahaan dalam mengarungi kompetisi bisnis di tahun 2020.

"Kami sangat mengapresiasi setiap penghargaan yang diberikan kepada Indodax. Dengan adanya penghargaan ini, kita semakin optimistis untuk meraih 2 juta member di tahun ini," ujar Oscar Darmawan kepada Beritasatu.com, di Jakarta, Selasa (25/2/2020).

Oscar Darmawan mengatakan, saat ini anggota yang sudah terdaftar di platform Indodax sendiri sudah mencapai lebih dari 1,5 juta member. "Pada Januari 2020, jumlah volume trading mencapai lebih dari Rp 2 triliun," terangnya.

Baca Juga: Aset Kripto, Pilihan Investasi Terbaik

Menurut Oscar Darmawan, tahun ini merupakan tahun yang baik dimana tren kenaikan atau bullish bitcoin dan aset kripto lain sudah terjadi sejak akhir tahun lalu. Sebabnya, ada beberapa faktor yang menyebabkan harga bitcoin dan aset kripto lain meningkat. Diantaranya, ada tren dimana investor akan melakukan pembelian menjelang halving day.

"Halving day sendiri merupakan pengurangan reward jumlah bitcoin untuk para penambang bitcoin. Jadi dengan adanya pengurangan supply sedangkan demand di pasar cukup tinggi, harga akan meningkat. Permintaan sudah tinggi menjelang halving day pada Mei mendatang. Karena investor sudah membeli dan siap menyambut halving day," jelasnya.

Selain itu, lanjut Oscar Darmawan, faktor lainnya adalah tentang kemungkinan perang antara Iran dan Amerika Serikat (AS) dan ketakutan orang-orang terhadap virus korona.

"Investor lebih memilih bitcoin dan aset kripto lainnya saat kondisi seperti ini. Karena aset kripto tidak terpengaruh oleh kebijakan dari pemerintah dalam mencetak uang kertas dan lebih mudah dibawa pada saat terjadi bencana," pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com