Shivan Melahirkan Inovasi Plastik Ramah Lingkungan

Shivan Melahirkan Inovasi Plastik Ramah Lingkungan
Pendiri Ecorasa, Shivan. (Foto: dina fitri anisa)
Dina Fitri Anisa / EAS Kamis, 5 Maret 2020 | 21:44 WIB

Jakarta, Beritasatu.com- Tumpukan sampah plastik di Indonesia masih menjadi persoalan yang tak kunjung usai. Melihat perkembangan masalah sampah plastik ini, sekumpulan socio-preneur yang dipimpin oleh Shivan membuat terobosan produk kemasan makanan dan minuman ramah lingkungan yang diberi nama, Ecorasa.

Pendiri Ecorasa, Shivan mengatakan usaha ini berangkat dari kesadaran bahwa plastik merupakan bahan yang sangat baik dan cocok sebagai kemasan, mengingat berbagai keunggulan yang dimilikinya belum tergantikan, dan sangat mendukung aktivitas kita sebagai masyarakat modern. Namun kelemahan plastik yang tidak mampu terurai secara sempurna kembali ke bumi, menjadi masalah vital terhadap lingkungan dan ekosistem bumi.

"Tidak dipungkiri kita butuh plastik. Namun persoalannya, plastik konvensional yang sekarang ada di pasaran kebanyakan membutuhkan ratusan tahun hingga puluhan tahun untuk terurai,” terangnya saat dijumpai Beritasatu.com, di kawasan Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Untuk itu Ecorasa merasa penting untuk membangun ekosistem yang berkelanjutan dan bertanggung jawab terhadap lingkungan dan sosial. Produk yang dibuat oleh Ecorasa diproduksi menggunakan teknologi Oxium. Dengan formula tersebut, maka terciptalah produk plastik aditif oxo-biodegradable yang dapat mempercepat degradasi molekul dan kimia plastik.

"Formula eksklusif Oxium terbuat dari mineral yang tersedia secara alami yang tidak beracun, tanpa logam berat. Dalam penguraian plastik pasti terurai mengunakan Oxium sebagai adiktif yang membuat plastik lebih cepat terurai dalam waktu 2 hingga 5 tahun dan telah dipatenkan di AS, singapura dan Indonesia,” jelasnya.

Setelah dua tahun berdiri, kini Ecorasa telah bekerja sama dengan 500 pelanggan dan grup besar yang memiliki visi dan misi yang sama. Mulai dari Kulina, Cinema XXI, hingga Grand Hyatt. Shivan pun berharap, Ecorasa tidak hanya dapat mengurangi persoalan limbah plastik, tetapi juga menginspirasi masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan.

"Kita beri kesempatan untuk edukasi orang-orang agar mau berubah. Karena, masalah sampah plastik bukan berasal dari material mana yang lebih ramah atau tidak, tetapi prilaku manusia terhadap kepedulian lingkungan. Manusia sering lupa, yang kita miliki saat ini adalah ciptaan tuhan untuk diolah dengan baik. Semua harus bisa ambil tanggung jawab, demi kebaikan kita semua dan generasi yang akan datang,” tukasnya. 



Sumber: BeritaSatu.com