Xendit Ramaikan Kompetisi Sistem Pembayaran Digital di Indonesia

Xendit Ramaikan Kompetisi Sistem Pembayaran Digital di Indonesia
Xendit ikut meramaikan kompetisi perusahaan teknologi finansial yang menyediakan solusi pembayaran digital. ( Foto: Beritasatu Photo / Dok. Xendit )
Feriawan Hidayat / FER Senin, 9 Maret 2020 | 22:26 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Xendit, penyelenggara gerbang pembayaran, ikut mendorong perkembangan ekonomi digital Indonesia dengan menyediakan sistem pembayaran digital. Selain sederhana dan mudah digunakan, Xendit dapat diintegrasikan ke sistem pengguna dengan cepat.

Baca: Xendit Dorong Ekonomi Digital Indonesia

Co-founder Xendit, Moses Lo, mengatakan, produk-produk yang terdapat dalam Xendit didukung oleh teknologi fraud system yang canggih, yang dapat mendeteksi pola-pola transaksi yang mencurigakan.

Xendit juga menerapkan data leakage prevention, di mana Xendit dapat mencegah potensi kebocoran data sensitif dengan memantau aktifitas karyawan pada saat mengirim atau menerima data dari dan ke sesama karyawan maupun pihak luar.

"Kehadiran Xendit di Indonesia bertujuan untuk membantu pelaku bisnis, mulai dari UMKM, koperasi, hingga perusahaan besar agar dapat meningkatkan bisnis mereka secara eksponensial dengan menyederhanakan sistem pembayaran secara digital," ujar Moses Lo dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, di Jakarta, Senin (9/3/2020).

Menurut Moses, kehadiran Xendit membuat konsumen dapat bertransaksi di manapun dan kapanpun. "Kami juga menyediakan integrasi API kelas dunia dan antarmuka dashboard yang user-friendly agar proses pembayaran menjadi lebih mudah," paparnya.

Baca: Mobile Cashier Permudah Transaksi Nontunai

Berdiri resmi tahun 2015, Xendit membuktikan diri mampu menyediakan layanan yang memudahkan proses transaksi, bukan hanya salah satu yang terbaik di Indonesia tapi juga Asia Tenggara.

Hanya dalam 4 tahun, ribuan pelaku bisnis lainnya mempercayakan sistem pembayaran bisnis mereka ke Xendit, baik itu e-commerce, platforms and marketplaces, gaming, insurance, travel, dan lainnya.

Co-founder dan COO Xendit, Tessa Wijaya, menambahkan, pihaknya melihat kompetisi sebagai suatu yang positif. Dengan banyaknya pilihan payment gateway di pasar, konsumen dapat membandingkan dan memilih payment gateway yang memiliki harga dan kualitas standar pelayanan sesuai dengan kebutuhan.

"Oleh karena itu, para pemain payment gateway termasuk kami sendiri harus berlomba-lomba untuk meningkatkan kualitas pelayanan, kemudahan berintegrasi, harga yang terjangkau dan yang paling penting adalah berinovasi untuk memberikan nilai tambah atas produk-produk dasar tersebut dengan UI/UX yang baik, sistem rekonsiliasi yang akurat dan mudah dipergunakan, dan lainnya," tegas Tessa.

Baca: Pacu Bisnis Digital, Telkomsel Luncurkan Gim Rise of Nowlin

Tessa mengakui, sebagai perusahaan yang bergerak di bidang teknologi, sumber daya manusia (SDM) Xendit didominasi oleh engineers. Berdasarkan data terakhir, Xendit memiliki sekitar 250 karyawan, di mana 65 persen dari jumlah karyawannya adalah para engineers yang fokus terhadap pengembangan produk. Sementara, 35 persen dari SDM Xendit adalah mereka yang fokus pada pengembangan bisnis.

Xendit juga sangat mendukung kesetaraan gender dalam dunia teknologi dengan memiliki karyawan perempuan lebih dari 40 persen, baik di bagian developer ataupun bisnis.

“Dalam hal ini, Xendit ikut membangun SDM unggul di Indonesia, dan memberikan kesempatan bagi siapapun yang memiliki kompetensi dan passion yang kuat terhadap dunia teknologi, khususnya teknologi finansial," tandas Tessa.



Sumber: BeritaSatu.com