Pencuri Kuota Mengancam Kebebasan Anak Belajar Secara Daring

Pencuri Kuota Mengancam Kebebasan Anak Belajar Secara Daring
Cakap menyediakan platform alternatif kegiatan belajar mengajar secara daring di Indonesia. (Foto: Beritasatu Photo / Istimewa)
Feriawan Hidayat / FER Kamis, 19 Maret 2020 | 09:44 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah memutuskan menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar di sekolah. Siswa diminta belajar di rumah untuk mengurangi penyebaran virus corona baru atau covid-19 di Indonesia.

Baca Juga: Social Distancing Efektif Cegah Penularan Corona

Keputusan ini, cukup membuat para orang tua kerepotan. Selain harus tetap mengerjakan tugas kantor, orang tua juga mesti menjadi guru atau setidaknya memantau anak-anak agar tetap belajar.

"Ini anak-anak belajar di rumah jadi orang tua yang sibuk. Aku stres banget nih jadi pengawas. Materinya banyak banget," keluh Mesya, seorang wali murid kepada wartawan, Kamis (19/3/2020).

Anak-anak selama di rumah, mendapat pekerjaan rumah (PR) untuk dikerjakan dan dikumpulkan melalui surat elektronik. Ada juga sekolah yang mewajibkan siswa mempelajari materi sesuai jadwal harian.

Baca: Ruangguru dan Telkomsel Siapkan Sekolah Online Bebas Kuota

Mendorong anak tetap produktif belajar saat di rumah tentunya bukanlah hal yang mudah. Godaan televisi, gadget, dan suasana lingkungan bisa jadi kendala anak untuk fokus belajar.

Di sisi lain, banyak pihak bergotong royong mendorong anak-anak tetap nyaman belajar di rumah. Telkomsel misalnya. Operator telekomunikasi itu menyediakan kuota hingga 30 gigabyte (GB) secara cuma-cuma bagi masyarakat yang ingin mengkases materi pelajaran melalui aplikasi Ruangguru.

Pengguna Telkomsel bisa mengakses materi Sekolah Online dan RuangBelajar secara daring di aplikasi Ruangguru selama 30 hari sejak aktivasi. Telkomsel juga kolaborasi dengan pengelola aplikasi belajar online lainnya, yakni Quipper, Zenius, Cakap hingga Bahaso.

Baca Juga: XL Axiata Sediakan Gratis Akses ke Aplikasi Pendukung

Selain Telkomsel, XL Axiata memberikan gratis 2GB per hari untuk mengakses ke sejumlah aplikasi atau layanan data yang bisa membantu belajar atau bekerja dari rumah, mulai 18 hingga 31 Maret 2020. Aplikasi-aplikasi yang dimaksud mencakup Udemy, Ruangguru, dan Zenius untuk para pelajar atau mahasiswa.

Sayangnya, ada pihak yang menyalahgunakan inisiatif baik operator seluler. Muncul gerakan yang berusaha mengubah kuota gratis 30GB untuk akses aplikasi e-learning menjadi kuota data reguler.

Artinya, kuota gratis yang seharusnya hanya dapat digunakan untuk platform e-learning, dapat dimodifikasi menjadi kuota harian untuk mengakses aplikasi lainnya.

Baca Juga: Alasan Pemerintah Tidak Lakukan Lockdown

Upaya mengubah kuota 30GB untuk aplikasi e-learning menjadi kuota data reguler mengancam kebebasan anak-anak belajar melalui aplikasi e-learning secara gratis. Sebab, bukan tidak mungkin sewaktu-waktu operator telekomunikasi seperti Telkomsel mencabut program ini.

Mengubah kuota 30 GB untuk aplikasi e-learning menjadi kuota data reguler juga bisa disebut pencurian karena ada pihak yang dirugikan. Pelaku bisa dijerat Pasal 362 juncto 30, 32 Undang-undang (UU) Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).



Sumber: BeritaSatu.com