Kemkominfo Gencarkan Sosialisasi Pencegahan Penyebaran Covid-19

Kemkominfo Gencarkan Sosialisasi Pencegahan Penyebaran Covid-19
Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di dalam Cafe Batavia di kawasan Museum Sejarah Jakarta, Minggu, 22 Maret 2020. Penyemprotan tersebut dilakukan untuk menekan penyebaran virus corona (Covid-19). (Foto: Antara / Dhemas Reviyanto)
Carlos KY Paath / FER Minggu, 22 Maret 2020 | 17:12 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika, Henri Subiakto menegaskan pemerintah telah menetapkan kebijakan informasi terkait pencegahan penyebaran Covid-19. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Kementerian Kesehatan (Kemkes) dan institusi terkait lainnya.

Baca: Kemkominfo Identifikasi 86 Hoax Virus Corona

"Pemerintah telah menetapkan kebijakan informasi yang terkait bagaimana penanganan dan keadaan di lapangan itu berasal dari satu pintu dengan kordinator BNPB. Kominfo selalu koordinasi dengan BNPB, Kemkes dan kementerian terkait,” kata Henri kepada Beritasatu.com, Minggu (22/3/2020).

Henri menyatakan, Kemkominfo juga sudah menyiapkan protokol untuk sosialisasi ke masyarakat luas untuk menghadapi Covid-19. Kemkominfo menggandeng seluruh stakeholders agar mendukung pemerintah mengatasi pandemi Covid-19. Untuk stakeholders penyiaran misalnya, telah dilakukan pembuatan berbagai iklan layanan masyarakat.

"Iklan layanan masyarakat untuk mensosialisasikan pentingnya social distancing, bahaya Covid-19, bagaimana cara menjaga kesehatan dan stamina, apa yang harus masyarakat lakukan untuk membantu kalangan medis dan lain-lain,” jelas Henri.

Menurut Henri, konten-konten itu dibuat oleh berbagai lembaga penyiaran dan disebarkan melalui berbagai saluran. Henri mengatakan, Kominfo pun menjalin kerja sama dengan perusahaan global Whatsapp (WA) untuk memperkuat penyebaran pesan dan sosialisasi. Henri menegaskan hanya ada dua negara yang dilayani oleh korporasi WA yaitu Indonesia dan Singapura.

Baca: Hoax Virus Corona, Polri Tetapkan 22 Tersangka

"Jadi kerja sama ini tentu merupakan perjuangan kita, karena sosialisasi WA dirasa sangat efektif. Kontennya diisi bersama-sama dalam koordinasi dengan Satuan Tugas Nasional Penanggulangan Covid-19,” demikian Henri.

Henri menuturkan Kominfo bersama stakeholders operator seluler menyiapkan infrastruktur yang memadai untuk mendukung gerakan bekerja dari rumah (work from home/WFH) maupun kuliah dan ujian lewat daring. Beberapa operator seluler memberikan fasilitas gratis 30 GB terhadap dosen dan mahasiswa.

Menurut Henri pemerintah sedang memperluas kerja sama menghadapi Covid 19 di bidang komunikasi. Misalnya menyiapkan data digital history bagi pasien (PSP) yang sudah terpapar Covid-19. Tujuannya untuk mengetahui riwayat perjalanan dan akivitasnya. "Yaitu kemana saja yang bersangkutan, ketemu siapa saja, dan lain-lain,” ujar Henri.

Henri menambahkan informasi itu dapat digunakan dalam rangka mengantisipasi penyebaran penularan dan kebijakan yang harus diambil nantinya. "Tapi tentu saja dengan tidak melanggar privasi dari pasien dan ketentuan undang-undang yang melindungi kerahasiaan privasi seseorang,” ungkap Henri.

Henri menyatakan, pemerintah sedang membuat protokol agar pemerintah daerah (pemda) dalam bidang komunikasi, satu sistem dengan pemerintah pusat. "Pusat dan daerah saling mendukung dalam hal komunikasi sehingga sosialisasi dan komunikasi menghadapi krisis Covid 19 menjadi lebih efektif,” pungkas Henri.



Sumber: BeritaSatu.com