Pandemi Covid-19, Kasus Hoax Meningkat

Pandemi Covid-19, Kasus Hoax Meningkat
Ilustrasi anti-"hoax". ( Foto: Antara )
Bayu Marhaenjati / YUD Senin, 20 April 2020 | 19:54 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Polda Metro Jaya mengatakan, terjadi peningkatan kasus penyebaran berita bohong atau hoax, di masa pandemi virus corona (Covid-19), di Jakarta dan sekitarnya. Polisi akan meningkatkan patroli siber untuk mengungkap dan memproses hukum penyebar berita hoax yang meresahkan masyarakat.

"Penyebaran berita bohong atau hoax ini juga tinggi di masa pandemi ini, karena banyak berita-berita dari orang tidak bertanggung jawab coba menyebarkan berita-berita yang tidak benar baik dalam bentuk tulisan maupun video, yang video itu sebenarnya sudah (terjadi) dari tahun sebelumnya," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, Senin (20/4/2020).

Baca juga: Stafsus Menpora Ajak Anak Muda Waspada Hoax Covid-19

Dikatakan Yusri, Polda Metro Jaya bakal menindak tegas dan terukur para pelaku kejahatan yang membahayakan serta meresahkan masyarakat, termasuk penyebar berita hoaks.

Baca juga: Kominfo: Hoax Pandemi Covid-19 Capai 500 Kasus

"Kami akan patroli di dunia maya dan ungkap serta proses para pelaku. Ini ketegasan yang kami sampaikan," ungkapnya.

Salah satu contoh berita bohong yang viral di jagat maya belakangan ini, adalah informasi tentang perampokan di Ranch Market, Pondok Indah, Jakarta Selatan. Dalam pesan itu, disebutkan perampok yang membawa senjata tajam menggasak dua telepon genggam dan uang Rp 1,5 juta milik korban.

Baca juga: Tenaga Medis Covid-19 Berjuang Melawan Lelah Fisik dan Hoax

"Informasi perampokan itu hoax ya. Masih didalami (pelaku penyebar berita bohong itu)," tegas Yusri.

Yusri meminta, masyarakat tidak langsung percaya dengan informasi yang diterima melalui media sosial. "Jangan mudah percaya, dipastikan dulu setiap berita yang ada," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com