Sedang Diuji, Darah Pasien Corona yang Sembuh untuk Obati yang Masih Sakit

Sedang Diuji, Darah Pasien Corona yang Sembuh untuk Obati yang Masih Sakit
Ilustrasi pasien dalam pengawasan. ( Foto: Antara )
Heru Andriyanto / HA Senin, 20 April 2020 | 23:19 WIB

Beritasatu.com – Inggris berencana untuk mengumpulkan darah dari para pasien Covid-19 yang sudah sembuh dengan harapan bisa dipakai sebagai terapi pengobatan untuk pengidap penyakit tersebut yang masih dirawat.

Idenya adalah antibodi yang sudah terbentuk dalam darah penyintas virus corona kemungkinan bisa membantu pasien lainnya untuk sembuh.

Antibodi dihasilkan oleh sistem kekebalan dalam tubuh ketika terjadi infeksi, dan bisa ditemukan di plasma atau cairan dalam darah.

Badan Layanan Kesehatan Nasional Inggris atau National Health Service (NHS) ingin menguji penggunaan plasma tersebut, tetapi mereka butuh donor darah dari mereka yang telah berhasil sembuh.

Tranfusi plasma ini diharapkan bisa membantu mempercepat kesembuhan dan meningkatkan peluang selamat para pasien Covid-19.

“Kami akan memakainya untuk uji coba sebagai alternatif tindakan terhadap Covid-19,” kata NHS lewat seorang juru bicaranya, Senin (20/4/2020).

“Kami bekerja sama erat dengan pemerintah dan semua lembaga terkait untuk menuntaskan proses perizinan secepat mungkin,” kata NHS.

Di Amerika Serikat, transfusi plasma sebagai terapi pasien Covid-19 juga sedang diteliti besar-besaran.

“Kami didatangi ratusan donor dan sudah mengumpulkan lebih dari 1.000 unit,” kata Bruce Sachais, kepala medis di Pusat Darah New York.

“Sangat mengharukan betapa orang-orang yang telah menderita infeksi ini dalam berbagai kadarnya punya kepedulian bagaimana bisa menolong orang lain,” imbuhnya.

Pada Maret lalu, sebuah penelitian di Tiongkok mengungkap bahwa satu dosis antibodi dari darah para penyintas Covid-19 berhasil meringankan gejala yang dialami 10 pasien yang berada dalam kondisi sangat parah.



Sumber: Independent