ITS dan Unair Buat Robot Sterilisasi Covid-19

ITS dan Unair Buat Robot Sterilisasi Covid-19
Violeta, robot Ultraviolet ITS- Universitas Airlangga, yang berguna memudahkan proses sterilisasi ruangan untuk perawatan pasien Covid-19. ( Foto: Ist )
Amrozi Amenan / FMB Sabtu, 25 April 2020 | 11:00 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bersama Universitas Airlangga (Unair) melalui Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) terus berinovasi untuk membantu penanganan wabah virus corona (Covid-19). Kali ini, inovasi yang dihasilkan berupa robot Ultraviolet ITS-Airlangga (Violeta) yang berguna memudahkan proses sterilisasi ruangan untuk perawatan pasien Covid-19.

Wakil Rektor IV ITS Bambang Pramujati di Surabaya, Jumat (24/4/2020) menjelaskan, ide penciptaan robot Violeta bermula saat beberapa dosen ITS berhasil melakukan riset penggunaan sinar ultraviolet (UV) untuk menghilangkan atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme. Alasan lain adalah untuk menghindari kontak fisik dengan paparan sinar UV karena sangat berbahaya apabila mengenai manusia secara langsung. “Oleh karena itu, ITS melakukan inovasi dengan menciptakan robot Violeta ini,” kata Bambang. yang juga Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Hubungan Internasional ini.

Menurut dia, Violeta bekerja menggunakan lampu UV yang dikendalikan melalui jarak jauh berbasis wireless control. Robot ini efektif digunakan pada jarak 1-2 meter terhadap obyek selama 10-15 menit untuk melakukan sterilisasi secara sempurna.

Anggota tim peneliti Violeta Endarko menambahkan, secara umum lampu UV yang digunakan robot yang dikendalikan dengan remote control ini memiliki panjang gelombang sebesar 200-300 nanometer (nm). “Secara praktik dan teori, kisaran panjang gelombang tersebut dapat membunuh mikroorganisme dengan baik,” tuturnya.

Dosen Fisika ITS ini juga menyebutkan, lampu UV sebesar 30 watt ini lebih aman secara kesehatan daripada menggunakan bahan disinfektan. Hal ini dikarenakan tidak adanya residu atau sisa bahan kimia yang tertinggal setelah dilakukannya proses sterilisasi. “Tetapi, waktu sterilisasi ruangan harus dalam keadaan kosong,” ucapnya mengingatkan.

Adapun dalam penerapan pada kasus Covid-19, robot Violeta ini memiliki manfaat mampu mensterilkan ruang isolasi yang telah digunakan atau area yang pernah dipakai dalam penanganan Covid-19 dan tanpa melibatkan manusia secara langsung. “Jadi, untuk risiko keamanannya juga lebih baik pastinya,” tegas Endarko.

Sementara itu, salah satu programmer tim robot Violeta Achmad Zidan Akbar mengatakan, robot yang memiliki berat sebesar 30 kilogram ini menggunakan platform dasar dari robot sepakbola ITS yang bernama Iris seperti halnya yang digunakan pada robot Risa sebelumnya. Tidak haya itu, Violeta juga menggunakan inverter untuk mengubah arus searah dari baterai menjadi arus bolak-balik yang nantinya akan menghidupkan lampu UV. “Robot ini dapat digunakan selama 4 – 6 jam ketika lampunya dinyalakan,” jelasnya.

Bambang mengungkapkan, ITS akan segera mengirimkan robot Violeta setinggi 1,5 meter ini ke RSUA, setelah dilakukannya uji mikrobial di laboratorium yang ada di Departemen Biologi ITS. “Sementara ini ITS memberi satu robot saja kepada RSUA, karena robot ini mobilitasnya sangat cepat dan mudah,” ungkapnya.



Sumber: BeritaSatu.com