Kompleksitas dan Proteksi Hukum Bisnis Platform Digital

Kompleksitas dan Proteksi Hukum Bisnis Platform Digital
Maraknya pemasaran digital di Indonesia tidak terlepas dari tingginya penggunaan internet dan media sosial di dalam negeri. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Rabu, 20 Mei 2020 | 16:23 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Maraknya pemasaran digital di Indonesia tidak terlepas dari tingginya penggunaan internet dan media sosial (medsos).

Baca Juga: SpaceDC Dorong Peluang Bisnis Digital di RI Bertumbuh

Berdasarkan data Hootsuite We Are Social tahun 2019, rata-rata orang Indonesia mengakses internet untuk berbagai kepentingan selama 8 jam 36 detik setiap harinya, jauh melampaui rata-rata global yaitu 6 jam 42 menit.

Melihat pasar yang begitu besar, pelaku usaha menerapkan strategi bisnis yang seiring dengan perkembangan tren saat ini, yakni memasarkan produk atau membangun bisnis dalam bentuk platform digital.

"Berbicara mengenai digital platform isunya adalah kompleksitas. Bagaimana melihat gambaran berbeda dengan apa yang dilihat oleh industri tradisional atau konvensional,” ujar Wakil Rektor I Bidang Pembelajaran Universitas Prasetiya Mulya, Prof Agus W Soehadi PhD, di Jakarta, Rabu (20/5/2020).

Prof Agus mengatakan, kompleksitas itu tidak bisa eksklusif dikuasai oleh satu unit usaha atau satu organisasi. Semisal, dalam bisnis transportasi tidak hanya soal pengangkutan orang atau barang tapi juga restoran, supermarket, dan sebagainya.

Baca Juga: Platform Kelas Pintar Luncurkan Fitur Sekolah

"Sehingga kemampuan berpikir kompleks, kemampuan melakukan kolaborasi, kemampuan negosiasi menjadi penting agar kita bisa masuk ke keseluruhan ekosistem tapi kita yang mengorkestrasikan,” jelasnya.

Prof Agus mengatakan, dengan perkembangan teknologi digital saat ini, banyak aplikasi yang dibuat dan memang secara rutin digunakan sehari-hari. Oleh karena itu, dibutuhkan seorang software developer yang inovatif dan mampu berpikir kompleks.

"S1 Software Engineering Universitas Prasetiya Mulya hadir untuk melahirkan para ahli dalam bidang e-commerce dan business intelligence yang saat ini sangat dibutuhkan oleh dunia industri,” paparnya.

Membangun aplikasi sesuai dengan kebutuhan dunia Industri namun tidak melupakan unsur user friendly baik dari sisi fungsi maupun tampilan, mahasiswa memperoleh seri mata kuliah UX, dimana akan diajarkan secara rinci mengenai pengembangan user experience atau UX dalam sebuah aplikasi, mulai dari UX Design, UX Product Development, sampai UX Testing.

Baca Juga: Wowrack Optimalkan Pengembangan Pasar Cloud Raya

Untuk mendukung pemahaman pada teori yang diajarkan, mahasiswa diperbolehkan memanfaatkan Mobile and Web Based Development, laboratorium di kampus, yang memiliki fasilitas lengkap seperti UX Design and Testing, Eye Tracking, dan Machine Learning.

Fasilitas high performance computing lab juga mampu memfasilitasi penelitian terkait dengan algoritma dan sistem yang membutuhkan komputasi skala besar untuk menyelesaikan persoalan bisnis, sosial, dan aplikasi pengetahuan yang membutuhkan pengolahan big data.

"Salah satu keuntungan berhadapan dengan software adalah hanya memerlukan sebuah komputer. Artinya, bisa bekerja secara remote, alias jarak jauh. Itu sebabnya beberapa mahasiswa Prasetiya Mulya dapat bekerja full-time sebagai developer sambil kuliah. Hal ini tentunya memberikan kredit tambahan kepada wisudawan maupun wisudawati Universitas Prasetiya Mulya," pungkas Prof Agus.



Sumber: BeritaSatu.com