Kominfo Sebut Data Center Nasional Ditarget Selesai Tahun Ini

Kominfo Sebut Data Center Nasional Ditarget Selesai Tahun Ini
Dirjen Aptika Kominfo Samuel Abrijani Pangerapan menghadiri konferensi pers terkait pengawasan konten internet di media sosial pada masa tenang kampanye usai rapat dengan beberapa perwakilan platform media sosial di Kominfo, Jakarta, Senin 25 Maret 2019. (Foto: BeritaSatu Photo / Emral Firdiansyah)
/ YUD Minggu, 24 Mei 2020 | 20:51 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pusat Data Nasional atau yang disebut Data Center Nasional diharapkan dapat terselesaikan pada tahun ini. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan, Minggu (24/5/2020).

"Kita sedang mempersiapkan juga yang namanya Data Center Nasional, bapak sudah kirim suratnya ke bu menteri dan pak menteri Bapenas untuk percepatan, mudah-mudahan tahun ini bisa kita selesaikan, dan sudah mulai pembangunannya," ujar Semuel dalam streaming "Lebaran Virtual bersama Kominfo," Minggu.

Baca juga: Menkominfo Targetkan Regulasi Data Center Selesai dalam Sepekan

Sebelumnya, menanggapi dugaan kebocoran KPU, Jumat (22/5/2020), data Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate menjelaskan bahwa Pusat Data Nasional Pemerintah tersebut akan mengintegrasikan data-data pemerintah dengan sistem keamanan yang berlapis yang memadai sesuai standar keamanan yang berlaku.

Johnny berharap pusat data tersebut akan mencegah terjadinya perpindahan data dari satu lembaga kepada lembaga lainnya dan akan memperkuat ketahanan data dan informasi nasional.

Baca juga: Pimpin Ratas, Jokowi Tekankan Pentingnya Pembangunan Data Center

Sementara itu, Ditjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, berkomitmen mengamankan data pada aplikasi pelacakan kontak Covid-19 PeduliLindungi dengan bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Baca juga: DCI Indonesia Bangun Data Center Terbesar

"Kami koordinasi dengan BSSN, BSSN sudah menerapkan satu data seperti arahan Presiden jadi apapun fitur baru yang ada di aplikasi harus di-assesment dari BSSN sehingga yakin aman dan tidak membocorkan data pribadi," ujar Dirjen Semuel, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI) Kementerian Komunkasi dan Informatika, Ahmad M. Ramli.

Perlindungan Data Pribadi menjadi isu hangat belakangan ini setelah peretas mengklaim memiliki 2,3 juta data warga Indonesia. Sebelumnya, pada awal bulan ini e-commerce Tokopedia juga dikabarkan mengalami kebocoran data pengguna. Pada pertengahan bulan ini, giliran data pengguna e-commerce b to b Bhinneka yang dilaporkan bocor.



Sumber: ANTARA